JAKARTA - Membersihkan debu adalah salah satu pekerjaan rumah tangga yang membosankan dan tidak disukai kebanyakan orang. Namun, penting untuk tetap mempertahankan jadwal membersihkan debu secara teratur demi kesehatan Anda. Sebab penumpukan debu dapat menyebabkan reaksi alergi dan memperparah masalah pernapasan seperti asma. Selain masalah kesehatan, faktanya semakin berdebu rumah, semakin banyak tungau debu yang akan muncul.
Tentu saja, ada pilihan untuk menyewa jasa pembersih rumah jika anggarannya mencukupi. Namun, jika Anda membersihkan rumah sendiri atau ingin membersihkan area tertentu di sela-sela jadwal pembersihan profesional. Penggunaan alat pembersih yang tepat dan jadwal pembersihan debu teratur adalah kuncinya.
Jadi, seberapa sering Anda benar-benar perlu membersihkan debu? Dan apa cara paling efisien melakukannya? VOI akan menguraikannya berdasarkan pertimbangan dan keadaan spesifik sehingga Anda dapat memutuskan jadwal pembersihan debu terbaik untuk rumah.
Seberapa Sering Debu Harus Dibersihkan?
Tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini, karena setiap rumah tangga berbeda. Pendapat umum adalah membersihkan debu seminggu sekali seharusnya menjadi standar untuk menjaga rumah tetap bersih. Ini bukan berarti Anda harus membersihkan debu di setiap permukaan rumah setiap minggu. Cukup bersihkan area yang paling sering berdebu saja, sehingga nantinya memudahkan rutinitas pembersihan menyeluruh di kemudian hari.
Pada dasarnya, keputusan tentang seberapa sering membersihkan debu sepenuhnya terserah Anda dan anggota keluarga lainnya. Berikut beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan saat menyusun jadwal pembersihan:
Hewan Peliharaan: Berurusan dengan bulu dan ketombe hewan memang sudah menjadi kewajiban sebagai orang tua anabul. Jika Anda memiliki anabul, itu artinya membersihkan debu harus lebih sering dilakukan.
Alergi dan sensitivitas: Jika Anda atau anggota keluarga menderita alergi debu atau sedikit sensitif terhadapnya, penting untuk membersihkan debu secara teratur dan konsisten agar rumah menjadi lebih nyaman ditinggali.
Penyakit pernapasan: Senada dengan itu, jika Anda atau siapa pun di rumah memiliki masalah sinus atau paru-paru, menghirup debu dapat memperburuknya. Jadi tugas ini juga harus menjadi prioritas utama.
Temukan jadwal: Jika Anda kesulitan menemukan waktu membersihkan rumah secara teratur, carilah cara menjadwalkan pembersihan debu dua bulan sekali. Atau bisa juga menyewa jasa kebersihan, pun buatlah jadwal tugas bergilir dengan pasangan, anak-anak, atau teman sekamar.
BACA JUGA:
Cara Membersihkan Debu Secara Efisien
Setelah mengetahui seberapa sering perlu membersihkan debu, Anda harus mematuhi jadwalnya. Umumnya, semakin mudah suatu kebiasaan dilakukan, semakin besar kemungkinan Anda akan konsisten. Meski hal ini melelahkan untuk dilakukan, ada beberapa cara memastikannya dilakukan dengan cepat dan efektif.
Gunakan alat pembersih sederhana
Tidak perlu membawa selusin produk pembersih dari satu ruangan ke ruangan lain jika beberapa produk pilihan saja sudah cukup. Hindari semprotan debu mewah dan kemoceng yang ironisnya, lebih cenderung menyebarkan debu daripada menghilangkan. Pembersih serbaguna dan kain mikrofiber cukup untuk membersihkan debu dari sebagian besar permukaan. Untuk menghindari goresan pada permukaan kaca, ganti botol pembersih serbaguna dengan pembersih kaca dan bersihkan furnitur kayu menggunakan kain yang sedikit dibasahi. Sarung bantal bekas juga bisa menjadi alat pembersih yang sempurna untuk kipas angin langit-langit.
Bersihkan Debu dari Atas ke Bawah
Berbicara tentang langit-langit, selalu bersihkan debu dari atas ke bawah agar tidak perlu membersihkan bagian lain. Karena Anda mungkin melewatkan kipas angin atau lampu langit-langit selama sesi pembersihan debu rutin, mulailah dengan titik tertinggi seperti tirai jendela atau kap lampu meja. Dan lanjutkan ke bawah hingga mencapai lis dinding. Metode ini akan menghemat pekerjaan yang tidak perlu.
Fokus pada 'Magnet Debu' Terlebih Dahulu
Permukaan datar dan halus mengumpulkan debu lebih lambat daripada permukaan yang bersudut atau bertekstur. Inilah mungkin alasannya Anda merasa jarang membersihkan debu pada rak buku dibanding kaki meja kopi yang melengkung. Anda mungkin juga memperhatikan bahwa barang-barang tertentu terasa berdebu dalam sekejap mata. Misalnya, barang elektronik termasuk kabel, peralatan bar yang jarang digunakan, dan tanaman (baik asli maupun palsu). Jika Anda hanya punya beberapa menit untuk membersihkan debu, salurkan waktu dan energi Anda ke area paling mudah terlihat.
Cegah Debu
Sayangnya, tidak ada cara ajaib menghilangkan debu sepenuhnya. Namun, salah satu cara menguranginya adalah dengan meminimalkannya sejak awal. Investasikan pada pembersih udara jika Anda belum melakukannya. Ganti filter udara secara teratur. Beralihlah ke penyedot debu HEPA untuk meningkatkan daya serap debu. Semakin proaktif Anda dalam melawan debu, semakin jarang Anda perlu membersihkannya, jadi ada baiknya melakukan sedikit upaya di awal.