JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima audiensi Dewan Pengurus Nasional Batak Center di Jakarta, Senin, 5 Agustus 2025. Pertemuan membahas upaya konkret pelestarian budaya Batak dan potensi kolaborasi strategis antara Batak Center dan Kementerian Kebudayaan.
Salah satu usulan utama adalah pendirian Museum Batak di kawasan Danau Toba dan pengajuan kain ulos sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO. Festival Ulos juga dijadwalkan digelar November 2025 sebagai bagian dari strategi mempopulerkan warisan budaya Batak secara global.
"Ulos tak sekadar kain. Ada nilai sakral, sejarah, dan identitas di dalamnya. Kami ingin warisan ini diakui dunia," ujar Ketua Umum Batak Center, Sintong M. Tampubolon.
Menbud Fadli menyambut baik seluruh gagasan. Ia menegaskan komitmen kementerian untuk mendukung program pemajuan kebudayaan, termasuk lewat Dana Indonesiana dan penguatan museum tematik.
“Kami siap memfasilitasi. Budaya bukan hanya soal masa lalu, tapi juga masa depan bangsa,” kata Fadli. Ia menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif antara negara, masyarakat, dan sektor swasta.
Museum Batak yang dirancang Batak Center disebut akan menjadi pusat edukasi, dokumentasi, dan pelestarian budaya yang memperkuat identitas lokal serta mendukung pariwisata Danau Toba.
SEE ALSO:
Festival Ulos bertema Connection and Connectivity akan menjadi ruang lintas generasi untuk menghubungkan tradisi dengan masa depan. Sebelumnya, Ulos Fest pertama sukses digelar di Museum Nasional pada 2019.