Bagikan:

YOGYAKARTA - Tanggal 17 Agustus 1945 menjadi sejarah yang penting bagi rakyat Indonesia, sebab pada tanggal tersebut adalah hari Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Rakyat Indonesia sangat bersemangat dan antusias dalam peringatan hari bersejarah tersebut. Ada beberapa kegiatan yang sering dilakukan warga Indonesia saat memperingati hari kemerdekaan, antara lain menyelenggarakan perlombaan menarik di setiap daerah dan mengikuti upacara pengibaran bendera perah putih. Dalam moment bersejarah tersebut, seluruh masyarakat Indonesia mengibarkan bendara Merah Putih, sebagai simbol bahwa bulan agustus adalah bulan penghormatan atas kemerdekaan bangsa Indonesia dan juga menghormati  perjuangan para pahlawan yang memiliki andil di dalamnya. Salah satunya adalah Fatmawati, istri Presiden Soekarno saat itu. Dalam artikel ini, kita akan mengenal sosok Fatmawati.

​Bendera merah putih adalah bendera resmi kebangsaan Republik Indonesia. Bendera tersebut mengandung  makna yang tersirat dalam warna merah dan putihnya. Maksud dari penggunaan warna merah dan putih dalam bendera Indonesia yaitu keberanian bangsa Indonesia dalam melawan penjajah. Adapun warna putih menjadi lambang kesucian dan ketulusan hati rakyat Indonesia dalam membela dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Mengenal Sosok Fatmawati

Jika kita membahas bendera kebangsaan Indonesia, tentunya tidak lepas dari tokoh yang satu ini. Dia adalah orang yang pertama kali menjahit bendera negara kita. Ibu Fatmawati, menjadi orang yang pertama kali  menjahit bendera merah putih. Beliau dikenal karena jasanya dalam menjahit bendera merah putih yang  pertama kali dikibarkan ketika pelaksanaan upacara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Fatmawati lahir pada tanggal 5 Februari 1923 di Pesisir Pantai Tapak Paderi, Bengkulu. Beliau dilahirkan dari keluarga yang merupakan keturunan suku Minangkabau, Sumatera Barat. Kedua orang tuanya bernama Hasan Din dan Siti Chadijah.

Dilansir dari esi.kemdikbud.go.id, Datuk Hassan Din sebelumnya menyediakan dua nama untuk Fatmawati. Nama pertama, Fatmawati, yang bermakna  bunga teratai yang harum. Nama kedua yaitu Siti Zubaidah, diambil dari nama salah satu istri Nabi Muhammad SAW. Pilihan pertama, Fatmawati, akhirnya dipilih sebagai nama anak pertama Datuk Hassan Din. Fatmawati mulai mendapatkan pendidikan di Sekolah Rakyat pada usia 6 tahun dan selanjutnya meneruskan ke Hollandsch Inlandsche School (HIS).

Fatmawati adalah istri dari Presiden Republik Indonesia yang pertama, Ir. Soekarno,  yang menikah pada tanggal 1 Juni 1943. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai lima orang anak, masing-masing adalah Guntur Soerkarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekaarnoputri dan Guruh Soekarnoputra.

Ketika ia berusia 57 tahun, tepatnya pada tanggal 14 Mei 1980, Fatmawati meninggal dunia di Kuala Lumpur, Malaysia. Beliau meninggal karena kondisi kesehatannya yang memburuk, ketika beliau tengah melakukan perjalanan umroh dari Mekkah. Ibu Fatmawati dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta.

Untuk menghormati jasa yang pernah diberikan, nama  Fatmawati selanjutnya dijadikan nama beberapa bangunan, antara lain Bandara Udara Fatmawati Soekarno di Bengkulu dan RSUP Fatamawati di Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Stasiun MRT Fatmawati juga diambil dari RSUP Fatmawati. Adapun kediamannya di Bengkulu saat ini dijadikan museum sejarah.

Demikianlah ulasan untuk mengenal sosok Fatmawati. Salah satu tokoh dalam sejarah kemerdekaan Indonesia sebagai orang berjasa yang mempersiapkan bendera merah-putih. Kunjungi VOI.id untuk mendap​​atkan informasi menarik lainnya.