Bagikan:

JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, wisata kebugaran atau wellness tourism telah menjadi pilihan liburan yang semakin populer, khususnya bagi mereka yang ingin merawat tubuh dan pikiran sekaligus menikmati keindahan alam.

Tak hanya sekadar bersantai, tren ini menggabungkan rekreasi dengan kegiatan yang berfokus pada kesehatan fisik dan mental, seperti meditasi, spa, pengobatan tradisional, hingga kuliah kesehatan.

Alih-alih mengunjungi destinasi wisata yang penuh sesak saat musim liburan, seperti libur Hari Buruh, banyak pelancong kini lebih memilih lokasi-lokasi yang menawarkan ketenangan dan pemulihan.

Misalnya, Li Yanling, warga Beijing, memutuskan menghabiskan liburannya di zona kesehatan dan kebugaran Fengcheng, yang terletak di Kota Jincheng, Provinsi Shanxi, China. Ia mengaku ingin mendapatkan pengalaman liburan yang tidak melelahkan dan justru bisa memulihkan energi.

"Tempat wisata konvensional sering kali terlalu padat. Kami ingin perjalanan yang lebih menenangkan dan menyegarkan tubuh serta pikiran," ujarnya, seperti dikutip ANTARA.

Fengcheng sendiri telah berkembang menjadi kawasan wisata kesehatan modern yang luas, mencakup area lebih dari 60 kilometer persegi. Kawasan ini menyediakan berbagai fasilitas seperti resor kebugaran, lokasi berkemah dengan kendaraan recreational vehicle (RV), serta retret hutan yang menawarkan suasana alami dan relaksasi. Menurut pengelola, kawasan ini telah menarik ratusan ribu pengunjung berkat konsep “pariwisata plus kesehatan” yang ditawarkan.

Pemerintah setempat secara aktif mendukung pengembangan sektor ini melalui perencanaan strategis dan konferensi tingkat nasional yang fokus pada integrasi wisata dan kebugaran. Fasilitas-fasilitas seperti pemandian air panas, penginapan alami, serta terapi tradisional ala pengobatan Tiongkok (TCM) menjadi daya tarik utama.

Salah satu contoh integrasi tersebut adalah Resor Wolong Bay di Kota Gaoping, yang menyatukan unsur TCM dengan konsep kebugaran modern. Pengelola resor, Li Xueye, menjelaskan bahwa pihaknya mengadakan kelas-kelas kesehatan dan edukasi TCM untuk meningkatkan nilai pengalaman wisata para tamu.

Tak hanya di Shanxi, berbagai daerah lain di China juga mulai mengembangkan wisata kebugaran sebagai unggulan. Wilayah Bama di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi dikenal luas karena gaya hidup sehat warganya dan reputasinya sebagai kawasan dengan tingkat harapan hidup yang tinggi. Sementara Gunung Mogan di Provinsi Zhejiang mulai menarik wisatawan dengan penginapan pedesaan bernuansa alam dan penginapan bergaya butik.

Pertumbuhan sektor ini juga tidak lepas dari dorongan kebijakan pemerintah, terutama dalam kerangka program Healthy China 2030. Data menunjukkan bahwa hingga kuartal pertama 2025, lebih dari 3,39 juta entitas bisnis terlibat dalam industri wisata kebugaran, dengan 173.000 usaha baru yang terdaftar hanya dalam tiga bulan pertama tahun tersebut.

Meski awalnya didominasi oleh kalangan paruh baya dan lansia, wisata kebugaran kini juga mulai digemari oleh generasi muda yang sadar akan pentingnya gaya hidup seimbang.

“Perjalanan semacam ini membuat kami merasa benar-benar segar kembali. Kami pasti ingin melakukannya lagi di masa depan,” kata Li Yanling.