YOGYAKARTA - Semangka tanpa biji kini semakin populer di kalangan konsumen, lantaran menawarkan peluang menarik bagi petani untuk memenuhi permintaan pasar. Menariknya, budidaya semangka tanpa biji mudah untuk dilakukan bagi pemula sekalipun.
Artikel ini akan mengupas tuntas seluk-beluk budidaya semangka non biji, mulai dari pemilihan bibit unggul hingga teknik perawatan yang tepat untuk menghasilkan panen berkualitas tinggi.
Budidaya Semangka Tanpa Biji
Dilansir dari laman Digitani IPB, berikut ini cara melakukan pembudidayaan semangka tanpa biji:
-
Prepare Area Tanam
Langkah awal dalam budidaya semangka tanpa biji adalah menyiapkan area penanaman.
Pertama, tanah perlu diolah terlebih dahulu melalui proses pencangkulan atau pembajakan untuk menggemburkan struktur tanah serta memastikan peredaran udara dan aliran air yang baik.
Setelah penggemburan, kemudian buatlah bedengan dengan ukuran yang disesuaikan dengan kondisi lahan yang ada, dan penting untuk membuat saluran drainase atau irigasi di sekitarnya. Bedengan ini nantinya akan menjadi tempat penanaman bibit semangka.
-
Aplikasi Pupuk Awal dan Penggunaan Mulsa
Setelah area tanam siap, tahapan berikutnya adalah pemberian pupuk dasar. Jenis pupuk yang dianjurkan adalah pupuk organik seperti pupuk kandang karena kaya akan unsur hara yang mendukung pertumbuhan awal tanaman.
Pupuk ini disebarkan secara merata di atas bedengan dan dicampurkan dengan tanah. Setelah pemupukan, lahan dibiarkan selama kurang lebih 10 hingga 15 hari agar pupuk dapat terserap dengan baik oleh tanah.
Selama periode ini, penyiraman rutin pada bedengan diperlukan untuk menjaga kelembapan tanah.
Setelah pupuk terserap dan tanah siap, bedengan ditutup menggunakan mulsa plastik yang berfungsi untuk mempertahankan kelembaban tanah dan menekan pertumbuhan tanaman pengganggu (gulma). Mulsa kemudian dilubangi dengan jarak tanam sekitar 50 hingga 60 cm.
Baca juga artikel yang membahas Makanan dan Minuman yang Tak Boleh Dikonsumsi Bersama Semangka
-
Seleksi dan Pembibitan Biji
Memilih benih semangka tanpa biji yang berkualitas sangat krusial. Pastikan benih diperoleh dari penjual bibit terpercaya.
Sebelum penanaman, benih direndam dalam air hangat selama kurang lebih satu jam untuk merangsang perkecambahan. Setelah perendaman, benih ditiriskan dan ujungnya sedikit dijepit agar lapisan luar benih terbuka.
Selanjutnya, benih dibungkus menggunakan kertas atau kain lembap untuk mempercepat proses tumbuhnya tunas. Tahapan ini bertujuan untuk menghasilkan bibit yang memiliki keseragaman ukuran dan kecepatan pertumbuhan.
-
Penanaman Bibit ke Lahan
Setelah bibit semangka tanpa biji yang telah menunjukkan perkecambahan siap dipindahkan ke area penanaman yang telah disiapkan. Proses pemindahan bibit dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak bagian-bagian tanaman.
Caranya letakkan bibit pada lubang tanam yang sudah dibuat, lalu tutup dengan tanah atau media tanam lainnya. Setelah penanaman selesai, lakukan penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembapan tanah di sekitar bibit.
-
Cara Merawat Tanaman
Perawatan tanaman semangka tanpa biji meliputi kegiatan penyiraman, pemupukan lanjutan, dan pemangkasan. Penyiraman dilakukan secara teratur, idealnya dua kali sehari atau disesuaikan dengan kondisi kelembapan lahan.
Selain itu, pemberian pupuk susulan juga diperlukan, dengan waktu sekitar 10 hari setelah bibit ditanam (HST).
Tips: gunakan pupuk NPK dengan takaran 5 gram yang dilarutkan dalam 300 ml air untuk setiap tanaman, dan aplikasikan larutan pupuk tersebut dengan cara menyiramkannya pada area perakaran tanaman.
Kemudian pemangkasan juga penting untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Tunas dan cabang yang muncul pada ruas daun pertama dan kedua sebaiknya dihilangkan agar nutrisi tanaman dapat fokus pada pertumbuhan buah.
-
Penyerbukan
Salah satu kendala dalam menanam semangka tanpa biji adalah proses polinasi, Lantaran serbuk sari dari bunga semangka tanpa biji tidak mampu melakukan pembuahan sendiri.
Oleh karena itu, keberadaan tanaman semangka berbiji di sekitar area penanaman sangat diperlukan untuk membantu proses penyerbukan. Umumnya, sekitar 10% dari total populasi tanaman di lahan tersebut harus terdiri dari semangka berbiji.
Penyerbukan dilakukan secara manual dengan mengambil serbuk sari dari bunga tanaman semangka berbiji dan mengaplikasikannya pada kepala putik (calon buah) bunga semangka tanpa biji.
BACA JUGA:
-
Pemanenan Buah
Semangka tanpa biji umumnya siap dipanen setelah berumur sekitar 70 hingga 80 hari sejak penanaman, namun tergantung pada faktor lingkungan dan intensitas perawatan.
Adapun ciri-ciri buah yang matang biasanya adalah kulit buah yang tampak mengkilap, dan ketika diketuk akan menghasilkan bunyi yang cenderung berat, menandakan bahwa daging buah sudah manis dan siap untuk dipetik.
Selain budidaya semangka tanpa biji, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!