Bagikan:

JAKARTA - Setelah sukses besar mengacak-acak nyali penonton lewat film horor Sukma, aktor sekaligus sutradara Baim Wong membuktikan taringnya di industri perfilman Tanah Air dengan sisi yang jauh lebih emosional melalui film drama keluarga bertajuk Semua Akan Baik-Baik Saja.

Langkah berani Baim untuk berpindah genre ternyata berbuah manis. Hanya dalam waktu tiga hari sejak penayangan perdana di bioskop, film Semua Akan Baik-Baik Saja sukses menembus angka lebih dari 400.000 penonton—capaian yang patut diperhitungkan di tengah gempuran film nasional dan internasional yang sedang tayang.

Adapun bagi banyak orang, nama Baim Wong belakangan ini identik dengan nuansa horor yang gelap dan penuh misteri. Namun, Baim mengaku bahwa genre drama keluarga sebenarnya bukan hal asing baginya. Menurutnya, genre ini adalah akar awal perjalanan kariernya di dunia akting.

"Pengin penonton tahu kalau saya tidak hanya horor, tapi memang lahir dari genre drama," kata Baim Wong dalam keterangannya, Minggu, 17 Mei.

Melalui film ini, ayah dari Kiano dan Kenzo itu seolah "pulang" ke ruang emosional yang telah lama dirindukan. Ia memilih meninggalkan atmosfer mencekam dan menggantinya dengan cerita yang lebih hangat, manusiawi, dan penuh makna.

Antusiasme tinggi dari penonton bukan tanpa alasan. Banyak yang merasa cerita dalam Semua Akan Baik-Baik Saja sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari konflik saudara, tekanan ekonomi, hingga pengorbanan demi orang tercinta.

Baim mengatakan, inspirasi film terbarunya lahir dari keresahan pribadinya melihat hubungan keluarga yang sering merenggang akibat ego dan kurangnya komunikasi.

"Kadang kita terlalu sibuk sampai lupa kalau rumah itu tempat paling penting. Kita pikir kebahagiaan ada di luar sana, padahal sebenarnya keluarga itu sumber kebahagiaan terbesar," ujar Baim.

Ia sengaja merancang konflik yang realistis agar penonton bisa merasakan koneksi personal.

"Semua sebenarnya mengenai keluarga. Ada kakak-adik yang berantem, masalah ekonomi, sampai mengurungkan cita-cita demi adik-adiknya. Yang paling penting, kebahagiaan itu sebenarnya ada di keluarga," tambahnya.

Efek dari film ini pun terasa nyata di studio bioskop. Tak sedikit penonton yang keluar dari studio dengan mata sembab.

Menariknya, Baim menceritakan, banyak penonton yang langsung tergerak untuk memperbaiki hubungan dengan keluarga mereka setelah menonton.

"Alhamdulillah ada yang minta maaf ke orang tua, ke adik, ke kakak. Itu yang paling berkesan buat saya. Memang manfaat film ini pengennya ke arah sana," tutur Baim.

Lebih lanjut bagi Baim, kesuksesan film ini tidak melulu soal angka box office. Keberhasilan sejatinya adalah ketika sebuah karya mampu memberikan dampak emosional yang mendalam bagi penontonnya.

Selain cerita yang kuat, kekuatan film ini juga terletak pada jajaran pemainnya. Tak main-main, Baim Wong menggandeng sederet aktor dan aktris watak papan atas Indonesia, mulai dari Reza Rahadian, Christine Hakim, Raihaanun, Happy Salma, Asri Welas, Ari Irham, Teuku Rifnu, hingga Chew Kin Wah.

Baim pun memuji totalitas para pemain yang berhasil menghadirkan chemistry alami dan akting yang sangat jujur di depan kamera.

Saat ini, Baim Wong bersama para pemain masih aktif melakukan tur promosi ke berbagai kota seperti Yogyakarta, Solo, Surabaya, hingga Malang, untuk menyapa langsung para penonton yang telah memberikan apresiasi tinggi terhadap karyanya.

"Kalau setelah nonton orang jadi lebih sayang sama keluarganya, itu sudah lebih dari cukup buat saya," pungkasnya.