Bagikan:

JAKARTA - Aktor muda Abidzar Al-Ghifari akhirnya angkat bicara terkait ramainya komentar negatif yang menyerang ibunya, Umi Pipik di media sosial dalam beberapa bulan terakhir.

Tepat di hari ulang tahunnya, Abidzar memutuskan untuk menempuh jalur hukum sebagai bentuk ketegasan terhadap ujaran kebencian yang dianggap sudah melampaui batas.

"Saya enggak akan banyak bicara, yang pasti saya menegaskan bahwa apa yang terjadi dan apa yang ramai di beberapa bulan ini, setelah saya pertimbangkan bersama tim, bersama Bang Alfi, Kak Fitri, dan juga kuasa hukum saya, akhirnya telah terjadi kesepakatan untuk membawa ini ke tahap yang lebih serius," kata Abidzar di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Minggu, 13 April.

Keputusan ini bukan hanya untuk membela diri, tetapi juga sebagai bentuk bakti Abidzar kepada sang ibu.

"Dan juga ini adalah sebuah bakti saya pribadi kepada ibu saya di hari ulang tahun saya hari ini, saya menghadiahi sebuah bakti saya sendiri kepada ibu, kepada umi, dikarenakan hal yg sedang kita tanggapi ini menurut saya ini sudah berjalan, sudah kelewat batas, dan saya akan membawa ke jalur hukum," lanjutnya.

Rendy Anggara Putra selaku kuasa hukum Abidzar turut menjelaskan bahwa langkah hukum ini bermula dari komentar kasar yang dilontarkan 2 akun terkait latar belakang pendidikan Abidzar.

"Ditanya mengenai ijazah yang gak lulus SMA dan kemudian dikomen lah oleh akun yang bernama Yogi Natasukma ini dengan komentar yang melukai perasaan seorang anak. Kalau lah Abi ini bukan lah anak yang berbakti kepada orang tua, tidak mungkin bisa sesukses ini," jelas Rendy.

"Kemudian ada lagi akun fransoissigit ini twitter ya, ini saya nggak akan sebut komentarnya karna bahasanya itu sangat kasar. Saya nggak usah sebut komentarnya," ungkapnya.

Rendy menegaskan bahwa dua akun tersebut sudah diberi somasi secara verbal, dan tidak menutup kemungkinan akan ada tindakan serupa terhadap akun-akun lain di masa mendatang.

"Sementara 2 akun ini yang kami somasi secara langsung melalui verbal dalam forum ini. Apabila nantinya kita temukan, ada akun-akun yang lain mungkin nantinya akan berkembang, kami tidak perlu somasi lagi," pungkasnya.