JAKARTA - Nama putra kedua Umi Pipik, Abidzar Al-Ghifari kini tengah menjadi perbincangan warganet usai pernyataan yang tidak menonton serial versi Korea, Business Proposal yang diadaptasi menjadi film A Business Proposal ke versi Indonesia.
Padahal, Abidzar akan bermain sebagai tokoh utama dalam film tersebut. Hal ini memancing kemarahan publik soal sikapnya tersebut.
Namun, melalui fitur eksklusif di instagram pribadinya, Abidzar mengaku ingin menjelaskan terkait pernyataannya tersebut. Sayangnya ia yakin akan tetap disalahkan.
"Pengin menjelaskan tapi pasti bakal nggak suka. Emang dari dasarnya enggak setuju, mau dijelaskan kayak apa tahu sepertinya akan tetap begitu," tulis Abidzar dikutip VOI dari instagram @playitsafebabynews, Jumat, 30 Januari.
Anehnya, di akhir kalimatnya, Abidzar malah menyinggung soal rasisme atas kritik warganet terhadapnya. "Rasisme di Indonesia ternyata masih ada," lanjutnya.
Hal ini malah semakin membuat warganet semakin heran dengan sikap Abidzar dan merasa kalau ia tidak fokus pada inti permasalahannya. Sebelumnya, penulis novel Ika Natassa yang mengkritik pernyataan putra Umi Pipik itu.
Ika meminta agar Abidzar bisa lebih banyak belajar cara berbicara di depan umum dengan baik.
"Abidzar, kamu kayaknya perlu belajar PR yang baik," tutur Ika Natassa dikutip VOI dari akun X @ikanatassa.
BACA JUGA:
Menurut Ika kalau ucapan seperti itu berulang kali dikatakan maka bisa saja mematikan filmnya sebelum ditayangkan. "Omonganmu bisa bikin mati filmnya sebelum tayang," lanjutnya.
Penulis novel Critical Eleven ini juga memperingatkan kalau penggemar drama Korea bisa menjadi kunci kesuksesan filmnya nanti. "Aktor yang baik bukan takut sama fans fanatik, tapi justru mengapresiasi. Karya itu bisa besar karena andil mereka juga," tandasnya.