JAKARTA - Calvin Klein kembali mencetak kesuksesan besar melalui kampanye terbarunya. Dengan menggandeng musisi internasional Bad Bunny sebagai model pakaian dalam, merek fashion asal Amerika Serikat ini berhasil meraup keuntungan besar.
Menurut laporan terbaru dari Launchmetrics, kampanye ini menghasilkan Media Impact Value (MIV) senilai 8,4 juta dolar AS atau Rp139 miliar hanya dalam waktu 48 jam.
MIV adalah metrik yang digunakan untuk menilai dampak pemasaran sebuah brand dalam nilai ekonomi yang konkret, membantu mengukur efektivitas strategi pemasaran.
Dirilis pada hari Senin, 24 Maret, kampanye yang diabadikan fotografer Mario Sorrenti ini menampilkan penyanyi asal Puerto Rico tersebut dengan pakaian dalam Calvin Klein terbaru dari koleksi Icon Cotton Stretch. Di Instagram dan TikTok, kampanye ini disukai 3,7 juta penonton. Sementara, video-videonya telah ditonton lebih dari 56 juta kali.
BACA JUGA:
“Ini adalah sesuatu yang telah lama direncanakan, dan melihatnya akhirnya terwujud sangat memuaskan,” kata Bad Bunny dalam pernyataan yang dirilis bersama kampanye tersebut, dikutip dari laman Women's Wear Daily.
"Saya merasa bersemangat dan bersyukur mendapat kesempatan menjadi bagian dari kampanye ikonik merek ini, dan bisa melakukan pemotretan di Puerto Rico. Hal ini semakin istimewa dan autentik," tambahnya.
Dengan 90 miliar streaming di Spotify dan 47 juta pengikut di Instagram, daya tarik Bad Bunny telah dimanfaatkan oleh berbagai merek fesyen sebelumnya. Penyanyi ini pernah membintangi beberapa kampanye Jacquemus, berkolaborasi dengan Adidas untuk koleksi sepatu khasnya, dan berpose bersama Kendall Jenner dalam iklan Gucci Valigeria 2024.
Pada tahun 2024, Bad Bunny menjadi salah satu tamu paling dicari di Met Gala, dengan penampilannya yang menghasilkan dampak media sebesar 9 juta dolar AS atau Rp149 miliar untuk Maison Margiela.