JAKARTA - FNC Entertainment merilis pernyataan terkait kasus penipuan yang melibatkan ibu dari Keeho, member grup P1Harmony. Kasus ini sudah berjalan hampir setahun lalu sejak korban mengungkapkan identitas Keeho sebagai anak dari pelaku penipuan.
Pada Maret 2024, ibu Keeho dilaporkan menipu dan melanggar UU bisnis pendanaan tanpa izin. Korbannya mengalami kerugian hingga 1,1 miliar Won.
FNC sempat merespons dengan mengatakan, “Kontroversi yang terjadi adalah klaim sepihak dan tidak berkaitan dengan artis dan hubungan pribadi dengan ibunya.”
“Kami akan mengambil tindakan tegas melawan penyebaran informasi palsu yang menyebut artisnya terlibat dalam kasus ini, atau komentar lainnya yang menargetkan artis kami.”
Setelah respons tersebut, korban melakukan aksi protes dengan berdiri di depan kantor FNC Entertainment. Agensi lalu membuat pernyataan baru mengenai aksi tersebut.
BACA JUGA:
“Insiden terkait ibu Keeho sudah dilaporkan ke polisi pada tahun lalu dan setelah investigasi, kasus ditutup tanpa tuntutan. Tapi kami baru mengetahui investigasi dilakukan lagi setelah permintaan korban,” kata FNC Entertainment.
“Keeho tidak terlibat dengan insiden ini dan tidak tahu bagaimana situasinya terjadi. Meski begitu, nama Keeho disebut berulang kali oleh korban di media sosial. Korban sudah membuat klarifikasi dan minta maaf kepada artisnya,” jelas mereka.
Pihak agensi juga menekankan jika proses investigasi menunjukkan ibu Keeho bersalah, maka sang ibu akan bertanggung jawab. Agensi juga meminta publik untuk tidak membuat komentar buruk dan menyebarkan rumor yang tidak berdasarkan mengenai artis mereka.
“Secara terpisah, Keeho juga merasa bersalah atas korban yang mengalami dan berusaha membantu untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.