Bagikan:

YOGYAKARTA - Di tengah hiruk pikuk dunia modern, panggilan untuk hidup menyepi dan mendekatkan diri kepada Tuhan mungkin terdengar asing. Namun, bagi para Suster Karmel, inilah jalan hidup yang mereka pilih.

Lebih dari sekadar kehidupan pribadi, kehidupan kontemplatif para Suster Karmel juga merupakan bentuk pelayanan yang unik. Lantas, apa itu suster karmel? Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang siapa itu Suster Karmel, bagaimana mereka menjalani kehidupan mereka.

Apa Itu Suster Karmel?

Menurut laman Britanica, karmelit adalah ordo Katolik Roma yang terdiri dari jemaat imam, suster dan bruder religius, serta umat awam yang hidup sesuai dengan karisma ordo yaitu doa, komunitas, dan pelayanan kepada sesama.

Asal-usul ordo ini dapat ditelusuri ke Gunung Karmel di Israel barat laut, di mana sejumlah pria saleh, yang tampaknya mantan peziarah dan Tentara Salib, menetap di dekat mata air tradisional Elia sekitar tahun 1155.

Peraturan karmelit ditulis antara tahun 1206 dan 1214 oleh St. Albert, patriark Latin Yerusalem, dan disetujui pada tahun 1226 oleh Paus Honorius III.

Para biarawan berharap untuk melanjutkan di Gunung Karmel cara hidup nabi Elia, yang oleh para penulis Kristen awal digambarkan sebagai pendiri monastisisme.

Dilansir dari laman Cloistered Life, jalan hidup Karmel dimulai di Palestina pada abad ke-12 di Gunung Karmel. Ordo Karmelit dimulai dengan sekelompok pertapa yang ingin menjalani hidup seperti Elia, sosok penyendiri dan prototipe semua pertapa yang dipanggil untuk menjalani hidup doa.

Awalnya, para pertapa ini meminta St. Albert dari Yerusalem untuk memberi mereka rumusan hidup sederhana yang kemudian dikenal sebagai Peraturan St. Albert. Menariknya, para Karmelit di seluruh dunia masih mempertahankan dan menjalankan peraturan ini.

Para Karmelit pertama ini dipaksa meninggalkan Gunung Karmel oleh pasukan Saracen. Kepergian mereka merupakan tantangan spiritual yang memaksa para biarawan untuk bertanya, “Bagaimana seseorang dapat tetap menjadi seorang Karmelit terlepas dari Gunung Karmel?”

Jawaban mereka adalah, “Di mana pun Anda tinggal, menjauhlah dari yang terbatas dan masuklah ke ruang tak terbatas yaitu Tuhan. Ubahlah setiap tempat menjadi Gunung Karmel.”

Baca juga artikel yang membahas Mengapa Pesawat Tidak Boleh Terbang di Atas Kabah

Setiap biara, kemudian, menjadi tempat suci, sejauh mereka yang tinggal di sana menguduskan diri mereka pada keinginan yang kuat akan Tuhan dan kekudusan. Bersama Elia, harapannya adalah untuk menghayati motto Karmelit.

Demikianlah hingga hari ini, para biarawan dan biarawati Karmelit Tak Berkasut terus menjalani jalan hidup yang dimulai di Gunung Karmel dan direformasi oleh Santa Teresa dari Ávila pada abad ke-16.

Para Karmelit juga dipanggil untuk melayani Gereja dan semua orang. Pendakian Gunung Karmel adalah panggilan untuk menghadapi tantangan kenabian dan kontemplasi.

Jenis-jenis Karmelit

Karmelit di dunia saat ini terbagi menjadi dua cabang utama, yang dapat diidentifikasi dengan inisial yang mewakili masing-masing ordo, di antaranya:

  • Karmelit Ordo Kuno (O Carm), yang hidup sesuai dengan aturan Karmelit asli.
  • Karmelit Tak Berkasut (OCD) yang hidup sesuai dengan reformasi abad ke-16 dari St. Teresa dari Avila.

Ordo Karmelit didirikan oleh para pertapa abad ke-12 yang ingin mengabdikan hidup mereka sepenuhnya untuk kontemplasi.

Tinggal di Gunung Karmel tempat nabi Elia mencari persatuan dengan Tuhan, mereka mengabdikan diri secara khusus kepada Perawan Maria. Kemudian para pertapa meninggalkan Gunung Karmel pada abad ke-13, menyebar ke seluruh Eropa.

Selain apa itu suster karmel, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya! 

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+