YOGYAKARTA – Kultur jaringan adalah salah satu teknik yang digunakan dalam dunia pertanian untuk memperbanyak jenis spesies tanaman. Teknik ini lahir dari hasil penelitian ilmuwan botani yang pada akhirnya membantu menghasilkan tanaman tertentu yang lebih unggul. Keunggulan yang dimaksud bisa beragam, mulai dari menghasilkan tanaman yang tahan penyakit, menghasilkan tanaman jumlah banyak dalam waktu singkat, dan masih banyak lagi. Bagi masayrakat yang ingin mencobanya, ketahui dulu tahapan kultur jaringan.
Tahapan Kultur Jaringan
Dalam buku Petunjuk Teknis Perbanyak Tanaman Hutan Melalui Kultur Jaringan yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutan, dijelaskan bahwa kultur jaringan adalah teknologi yang dipakai dalam kegiatan bioteknologi.
Kultur jaringan memiliki beberapa manfaat dalam dunia botani, misalnya, mempercepat proses perkembangbiakan/regenerasi tanaman secara cepat dan banyak tanpa tergantung musim. Cara memperbanyak tanaman tersebut menggunakan bagian vegetatif pada tanaman.
Dalam website resmi Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng dijelaskan bahwa tahap kultur jaringan tanaman dibagi menjadi beberapa yakni sebagai berikut.
- Pembuatan Media
Media adalah faktor yang ikut menentukan keberhasilan. Di tahap ini harus disediakan media tumbuh yang terdiri dari campuran berbagai zat yakni campuran garam mineral berisi unsur makro dan mikro asam amino, vitamin, gula, dan hormon tumbuhan.
- Inisiasi
adalah pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang telah dipiih untuk dikulturkan. Bagian eksplan yang diambil adalah tunasnya.
- Sterilisasi
Sterilisasi diperlukan agar tidak ada kontaminasi. Seluruh kegiatan dalam kultur jaringan wajib dilakukan di tempat steril yaitu di laminar flow. Tidak hanya tempat, alat yang digunakan juga wajib steril. Sterilisasi alat bisa memanfaatkan etanol yang disemprotkan ke permukaan peralatan secara merata. Selain itu petugas atau teknisi yang akan mengadakan kultur jaringan juga wajib steril.
- Multiplikasi
Multiplikasi adalah penggadaan tunas. Kegiatan ini dilakukan untuk memperbanyak tunas dengan menanam eksplan di media. Bisa juga dengan melakukan rangsangan tertentu agar muncul tunas baru.
Kegiatan ini perlu dilakukan di tempat steril yakni di laminar flow agar tidak terjadi kontaminasi yang memicu kegagalan pertumbuhan.
BACA JUGA:
- Aklimatisasi
Tahapan ini berupa pemindahan eksplan keluar dari ruangan aseptic ke bedeng. Cara melakukannya harus hati-hati dan bertahap.
Di Indonesia, kultur jaringan sudah lama dilakukan untuk mengembangkan hasil pertanian atau perkebunan. Beberapa tanaman yang sudah dikembangkan lewat kultur jaringan kopi, kakao, teh, dan tanaman kehutanan seperti jati, cendana, gaharu, dsb.
Meski mampu menghasilkan bibit unggul, teknik ini memiliki beberapa kelemahan. Misalnya, biaya yang dibutuhkan cukup besar. Selain itu tidak semua orang bisa melakukan teknik ini. Selain itu hasil tanaman yang berhasil dikembangkan memiliki akar yang lemah.
Itulah informasi terkait tahapan kultur jaringan. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.