JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero) memperkuat sektor pertanian nasional melalui pengerjaan Proyek Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi (D.I) Kewenangan Daerah di Provinsi Lampung Paket 2 yang berlokasi di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat.
Proyek ini mencakup D.I Rawa Kalong, D.I Way Haru Sekunyir Intake 1, D.I Way Haru Sekunyir Intake 2, serta D.I Way Samang dengan total panjang penanganan 14.100 meter dan layanan irigasi seluas 1.102,68 hektare.
Melalui rehabilitasi ini, Brantas Abipraya berupaya mengoptimalkan kembali fungsi jaringan irigasi yang mengalami penurunan akibat kerusakan saluran dan bangunan air, sehingga distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan lebih efektif dan merata.
Sekretaris Perusahaan Dian Sovana menyampaikan proyek ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian melalui penyediaan infrastruktur irigasi yang andal.
“Brantas Abipraya terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang berkualitas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Lampung ini, kami berharap distribusi air menuju area pertanian dapat lebih optimal sehingga produktivitas pertanian masyarakat ikut meningkat,” ujar Dian Sovana dalam keterangan resmi, Selasa, 12 Mei.
Dian mengatakan keberadaan jaringan irigasi yang baik memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan pangan nasional.
“Infrastruktur irigasi bukan hanya tentang pembangunan fisik semata, tetapi juga tentang bagaimana infrastruktur tersebut mampu mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat. Ketika distribusi air berjalan baik, maka aktivitas pertanian akan menjadi lebih produktif, masa tanam lebih terjaga, dan hasil pertanian dapat meningkat,” ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini juga mengedepankan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), yang mencakup seluruh tahapan pekerjaan mulai dari persiapan, pekerjaan saluran, pasangan, hingga rehabilitasi bangunan bagi, sadap, dan bagi-sadap. Hal ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan aman, tepat mutu, dan sesuai standar yang ditetapkan.
BACA JUGA:
Lebih lanjut, Brantas Abipraya menegaskan proyek ini juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi ini mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan nasional. Infrastruktur irigasi yang andal merupakan fondasi penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan ketersediaan pangan,” jelas Dian Sovana.
PT Brantas Abipraya (Persero) optimistis proyek ini akan memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan sektor pertanian di Lampung Barat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Sebagai perusahaan konstruksi milik negara yang telah berpengalaman dalam pembangunan bendungan, jaringan irigasi, dan berbagai infrastruktur sumber daya air lainnya, Brantas Abipraya akan terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan nasional melalui proyek-proyek yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian Indonesia,” tutupnya.