Bagikan:

JAKARTA – Banyak yang mempertanyakan apakah aman bercinta ketika hamil. Menurut psikolog berlisensi dan terapis seks, Shannon Chavez, seks selama kehamilan itu sehat. Tambahnya lagi, banyak mitos-mitos miring yang membuat takut bercinta. Seperti bisa melukai bayi atau berbahaya karena terlalu banyak gerak.

Padahal faktanya, bayi terlindungi dalam tubuh. Jika tidak mendapat saran untuk menunda bercinta oleh dokter kandungan, artinya Anda dan pasangan aman untuk berhubungan seks sebanyak yang diinginkan selama kehamilan.

Aliyah Moore, Ph.D., terapis seks bersertifikat, menyarankan bahwa tanyakan pada ob-gyn jenis aktivitas seksual apa yang aman untuk dilakukan sendiri atau dengan pasangan. Anda juga bisa sekalian bertanya kapan waktu yang baik untuk melakukannya.

“Kebanyakan dokter menyarankan untuk tidak melakukan penetrasi atau orgasme untuk wanita dengan kehamilan berisiko tinggi. Ini termasuk wanita yang memiliki riwayat keguguran atau persalinan premature, plasenta letak rendah (plasenta previa), serviks yang tidak kometen, atau mengandung bayi kembar. Mungkin ada solusi hubungan intim tanpa penetrasi, atau sentuhan seksual tanpa orgasme,” ucap Moore dilansir Cosmopolitan, Senin, 24 Januari.

Heather Jeffcoat menambahkan, setelah dokter Anda menjelaskan semuanya, ada dua pertimbangan penting dalam berhubungan seks yang nyaman dan luar biasa selama kehamilan. Pertama, mengontrol kedalaman penetrasi jika mengalami rasa sakit dengan dorongan dari dalam. Meski tidak berbahaya bagi bayi, Anda dapat mengurangi ketidaknyamanan yang mungkin dialami memilih serta membatasi kedalaman penetrasi. Kedua, Jeffcoat memberikan referensi dengan mengenakan love toys jika Anda hanya ingin berbaring dan membatasi kedalaman penetrasi.

posisi bercinta saat hamil trimester 1
Ilustrasi posisi bercinta saat hamil trimester 1 (Pexels/Amina Filkins)

Disamping kedua cara di atas, berikut posisi bercinta yang aman pada setiap trimester.

1. Safety scissors

Posisi bercinta safety scissors mungkin bisa menyenangkan dilakukan pada trimester pertama. Posisi ini juga memungkinkan mengatur kedalaman penetrasi serta saling berkomunikasi dengan pasangan. Menurut Angela Jones, ob-gyn dan penasihat kesehatan seksual, selama trimester pertama, normal jika membutuhkan waktu untuk membiasakan diri dengan pertumbuhan si kecil dalam rahim. Jadi komunikasikan apapun yang dirasakan dengan pasangan.

2. Missionary

Tambah Jones, posisi missionary adalah posisi bercinta yang aman dilakukan selama kehamilan. Gerakan penetrasi yang dangkal dan lembut membuat Anda dan pasangan nyaman. Moore menambahkan, posisi ini juga cocok untuk pasangan yang ingin melakukan aktivitas seksual tanpa penetrasi, karena memungkinkan stimulasi penuh pada labia dan klitoris.

3. Hot seat

Pada usia kehamilan trimester kedua, tidak disarankan untuk berbaring telentang setelah minggu ke-16 kehamilan karena pembuluh darah perlu mensuplai darah ke seluruh tubuh. Jones menyarankan setiap pasangan perlu kreatif pada momen ini, seperti mengambil posisi hot seat dengan posisi duduk, woman-on-top, atau sex from a side.

4. T-position

Posisi bercinta ini seperti spooning, tetapi lebih sedikit horizontal. Posisi ini, menurut Bartos, bisa menjangkau titik tertentu atau dapat merangsang diri sendiri. Bahkan, posisi ini bisa disesuaikan berdasarkan fungsionalitas jangkauan dan rangsangan.

5. Touchy touchy

Selama trimester ketiga, mungkin penetrasi terasa tidak nyaman. Rekomendasi Janet Brito, Ph.D., psikolog klinis dan terapis seks bersertifikat, jika penetrasi tak nyaman pasangan bisa menyisihkan waktu untuk saling menyentuh baik secara seksual maupun tidak. Pasangan bisa benar-benar fokus pada sensasi. Misalnya dengan menyentuh atau menjelajahi tubuh dan merasakan sensasinya.

Brito juga menyarankan untuk melakukan outercourse, atau aktivitas seksual non-penetratif, seperti bercumbu, memberi rangsangan, atau seks oral.