TANGERANG – Hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku membuat pagar laut di Kabupaten Tangerang. Berbagai spekulasi muncul, bila pagar laut Tangerang adalah proyek Agung Sedayu Grup. Dan bahkan, nelayan mengatakan bila proyek pagar sepanjang 30,16 Km itu melibatkan sejumlah kepala desa (Kades) setempat. Benarkah?

Para nelayan menyebut, dalam proses pemasangan pagar laut Tangerang melibatkan Kepala Desa Kronjo, Nurjaman di Pulo Cangkir, Kabupaten Tangerang.

Salah satu tokoh masyarakat di Pulo Cangkir yang dirahasiakan namanya mengatakan, Kades Kronjo terlibat dalam pemasangan pagar di Pulo Cangkir, yang sedang ramai di publik. Kabar itu didapat setelah dia berbicara dengan salah satu tukang pasang pagar laut, yang menyebut sudah mendapat izin dari Kades Kronjo, Nurjaman.

“Katanya sudah, kabar dari pak lurah, desa. Izin melintas. Saya kan cuma jabatan bawahan, cuma izin melintas. Saya kira mau buat empang dipinggir, kirain itu saja. Ternyata lari (sampai) ke tengah-tengah. Pas sudah ada pembangunan ‘kok di tengah’. Tapi karena izin desa, ya kita diam saja. Kecuali tidak izin ke desa, baru kita yang setop,” kata salah satu nelayan saat dikonfirmasi, Rabu, 15 Januari.

Seorang nelayan lainnya di Pulo Cangkir juga bernada sama, Kades setempat telah memberi izin Pembangunan pagar laut.

“Ya pasti pak Kades ada main. Karena ada izinnya, kata tukangnya. Cuma kalau terima suap, saya tidak berani bicara itu, tidak ada buktinya. Kalau ada izin, itu sudah pasti,” ungkapnya.

Kades Kronjo Nurjaman saat dikonfirmasi VOI membantah tuduhan tersebut. Menurut Nurjaman pagar-pagar itu dibangun atas dasar swadaya masyarakat.

“Jadi tidak tahu menahu. Katanya swadaya masyarakat,” ucap Nurjaman.

Terkait kabar Kades Kohot mendapat suap untuk memuluskan projek pemasangan pagar laut Tangerang, Nurjaman membantahnya.

“Hoaks. Kalau ada bahasa suap, memang kitanya siapa? Ya dong, bukan yang menentukan kebijakan kepala desa.” lirihnya.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+