JAKARTA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali kini tengah memperkuat langkah deteksi dini terhadap kasus pneumonia pada balita. Langkah ini diambil sebagai upaya menekan angka penyebaran sekaligus memastikan penanganan medis yang cepat tepat sebelum kondisi pasien memburuk.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, menjelaskan bahwa pneumonia pada anak sering kali bermula dari gejala ringan yang menyerupai batuk dan pilek biasa disertai demam.
Mengenali Tanda Bahaya pada Anak
Orang tua diminta untuk tidak meremehkan infeksi saluran pernapasan pada anak, terutama saat cuaca tidak menentu. Pneumonia umumnya merupakan perkembangan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang tidak tertangani dengan baik.
Berikut adalah tanda bahaya yang wajib diwaspadai:
Napas Cepat: Frekuensi napas anak terasa jauh lebih cepat dari biasanya.
Sesak Napas: Adanya tarikan pada cuping hidung saat bayi bernapas.
Tarikan Dinding Dada: Dada tampak mencekung ke dalam saat anak menghirup udara.
“Jika batuk pilek mulai disertai sesak, segera bawa ke fasilitas kesehatan. Kunci penanganan pneumonia adalah kecepatan deteksi sebelum berkembang menjadi gagal napas,” tegas Raka Susanti.
Target Temuan Kasus dan Data Wilayah
Hingga Januari 2026, Dinkes Bali telah mengidentifikasi 155 kasus pneumonia pada balita di seluruh kabupaten/kota. Angka ini masih jauh di bawah estimasi pemerintah pusat yang memproyeksikan temuan hingga 9.138 kasus sepanjang tahun ini. Dinkes terus mendorong rumah sakit dan puskesmas untuk aktif melaporkan temuan guna mempermudah penyelidikan epidemiologi.
Berdasarkan data Januari 2026, sebaran kasus tertinggi tercatat di:
Tabanan: 55 kasus
Klungkung: 44 kasus
Denpasar: 34 kasus
Buleleng: 22 kasus
Sementara itu, wilayah seperti Badung, Gianyar, dan beberapa kabupaten lainnya belum melaporkan adanya temuan kasus di awal tahun ini.
Langkah Pencegahan: Gizi dan Imunisasi
Selain deteksi dini, Dinkes Bali menekankan bahwa benteng pertahanan utama anak adalah daya tahan tubuh yang kuat. Orang tua diimbau untuk:
Melengkapi Imunisasi: Memastikan anak mendapatkan vaksinasi dasar dan tambahan secara lengkap.
Gizi Seimbang: Memberikan asupan nutrisi berkualitas dan vitamin pendukung.
Menjaga Kebersihan Lingkungan: Mengurangi paparan polusi atau asap rokok di sekitar balita.
BACA JUGA:
Dinkes Bali menegaskan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Bali telah siap menangani kasus pneumonia balita secara intensif guna mencegah risiko kematian pada anak.