Bagikan:

JAKARTA — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar memberikan apresiasi sekaligus peringatan bagi para pedagang takjil di Pasar Ramadhan Masjid Baiturrahmah, Kampung Muslim Wanasari. Berdasarkan hasil uji petik terbaru, seluruh sampel makanan yang dijual dinyatakan aman dari kandungan zat berbahaya.

Pelaksana Tugas Kepala BBPOM Denpasar, Made Ery Bahari, meminta para pelaku usaha untuk tetap konsisten menjaga integritas kualitas dagangan mereka.

“Para pelaku usaha harus konsisten melaksanakan tanggung jawab moral. Apa yang sudah diinformasikan harus dilakukan sebaik-baiknya. Pedagang harus menjamin bahwa makanan yang mereka jual juga berani mereka konsumsi sendiri,” ujar Made Ery, dilansir dari ANTARA.

Dalam pengawasan kali ini, BBPOM mengambil 27 sampel produk populer, mulai dari sate lilit, aneka jajanan, es, bakso, hingga terasi. Tim laboratorium melakukan uji cepat untuk mendeteksi keberadaan pewarna tekstil (Rhodamin B), boraks, dan formalin.

Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif. Capaian ini menjadi tren positif mengingat dua tahun lalu pihak BBPOM sempat menemukan produk mengandung formalin di lokasi yang sama. Tahun ini, pengamatan kasat mata juga menunjukkan kemajuan; warna takjil yang dijual cenderung natural dan tidak mencolok berlebihan.

Made Ery menekankan bahwa bahaya mengonsumsi pangan yang mengandung zat kimia ilegal tidak muncul secara instan. Dampak kesehatan baru akan terasa dalam jangka panjang, seperti risiko kanker hati, kanker kulit, hingga penurunan fungsi ginjal.

Selain menguji bahan kimia, BBPOM juga memberikan catatan edukatif bagi para pedagang:

Legalitas Pangan: Memastikan produk pangan beku (frozen food) yang digunakan sudah memiliki izin edar resmi.

Higiene Sanitasi: Menjaga kebersihan area dagang dan melindungi makanan dari lalat agar kualitasnya tetap higienis hingga ke tangan konsumen.

Kesuksesan pengawasan di Denpasar akan dilanjutkan ke sentra takjil lainnya. BBPOM Denpasar berencana melakukan pengujian serupa di Kabupaten Klungkung dan Tabanan guna menjamin keamanan pangan masyarakat Bali selama bulan suci Ramadhan.

Masyarakat pun dihimbau untuk tetap teliti saat berbelanja. Pilihlah makanan yang disajikan bersih dan tidak memiliki warna yang terlalu mencolok guna menghindari risiko kesehatan di masa depan.