Bagikan:

JAKARTA - Ed Sheeran membuktikan perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari niat ingin tampil kurus. Penyanyi asal Inggris ini justru mengubah gaya hidupnya setelah menjadi seorang ayah. Keputusan tersebut membawanya pada penurunan berat badan hingga 14 kilogram, tanpa diet ekstrem maupun cara instan.

Perubahan itu bermula ketika Ed Sheeran menyadariperannya sebagai ayah menuntut kondisi fisik dan mental yang lebih baik. Bersama sang istri, Cherry Seaborn, ia dikaruniai dua putri, Lyra dan Jupiter. Kehadiran anak-anaknya menjadi titik balik yang mendorongnya untuk hidup lebih sehat.

“Semua itu datang bersamaan, keinginan untuk menjadi ayah yang bertanggung jawab, ingin merasa sehat, dan ingin tampil lebih baik,” kata Ed Sheeran dalam wawancaranya denganMen’s Health.

Penyanyi berusia 34 tahun ini tak menampik di masa lalu menjalani gaya hidup yang kurang sehat. Di usia 20-an, ia kerap mengonsumsi alkohol, merokok, dan tidak terlalu memikirkan pola makan. Namun satu momen sederhana membuatnya tersadar.

Pelantun lagu "Perfect" ini mengenang saat terbangun dengan kondisi tubuh yang buruk akibat minum alkohol, sementara bayi pertamanya membutuhkan perhatian.

"Di situlah saya sadar, saya tidak bisa menjalani hidup seperti ini lagi,” ungkapnya.

Menurut Ed, menjadi orang tua membuatnya lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan, termasuk soal kesehatan.

"Pada dasarnya saya adalah orang yang suka pizza dan bir, tapi itu bukan lagi realitas hidup saya sebagai orang tua di usia 30-an. Kita harus membuat keputusan yang baik,” ujarnya.

Alih-alih langsung menjalani rutinitas berat, Ed memilih memulai dari hal sederhana. Ia dan Cherry mulai rutin berlari bersama saat pandemi Covid-19. Dari sana, kebiasaan olahraga perlahan terbentuk.

“Saya dulu tidak pernah lari lebih dari satu kilometer. Saat pandemi, saya menjalani lari 10K untuk pertama kalinya. Semua dibangun pelan-pelan, dan itu membuat saya merasa jauh lebih baik,” kata Ed.

Seiring waktu, ia mengombinasikan berbagai jenis olahraga seperti lari, berenang, latihan beban, hingga reformer pilates. Rutinitas yang bervariasi membuatnya tetap konsisten tanpa merasa terbebani.

“Ada hari saya lari, ada hari berenang, ada juga hari latihan beban. Terkadang saya melakukan pilates. Saya tidak memaksakan satu hal saja,” tuturnya.

Soal pola makan, Ed Sheeran menegaskan tidak menjalani diet ekstrem. Ia tetap menikmati makanan dan minuman favoritnya, namun dengan porsi dan frekuensi yang lebih terkontrol.

“Saya bukan berhenti menikmati hidup. Saya masih minum, saya suka anggur merah dan makanan enak, tapi itu tidak saya lakukan setiap hari,” katanya.

Pendekatan ini membuat perubahan yang dijalaninya terasa lebih realistis dan berkelanjutan. Hasilnya, berat badannya turun hingga 14 kilogram, disertai peningkatan energi dan kebugaran tubuh.

Selain perubahan fisik, Ed juga merasakan manfaat besar bagi kesehatan mentalnya. Ia percaya menjaga tubuh berdampak langsung pada kestabilan emosi dan kualitas hidup.

“Saya benar-benar percaya kesehatan fisik adalah cerminan langsung dari kesehatan mental dan bagaimana perasaan kita." ujar Ed.

Kini Ed Sheeran merasa lebih hadir sebagai ayah dan lebih siap menjalani berbagai peran dalam hidupnya. Perjalanan ini menunjukkan perubahan gaya hidup tidak harus dipicu oleh tuntutan penampilan, melainkan bisa lahir dari tanggung jawab dan cinta terhadap keluarga.

Kisah Ed Sheeran menjadi pengingat langkah kecil, konsisten, dan seimbang dapat membawa perubahan besar, tanpa harus menyiksa diri dengan diet ekstrem atau rutinitas yang tidak realistis.