Bagikan:

JAKARTA - Nenek asal China bernama Jiang Yueqin membuktikan panjang umur tidak selalu harus diraih dengan pola hidup ketat dan aturan rumit. Di usia 101 tahun, ia justru menjalani kehidupan santai, penuh kenikmatan kecil, dan pikiran tenang.

Jiang Yueqin, ibu dari tujuh anak yang tinggal di Kota Wenzhou, China bagian timur, masih terlihat bugar untuk usianya. Ia masih memiliki gigi yang lengkap. Rutinitas hariannya terbilang tidak biasa untuk seorang lansia. Ia gemar begadang, menonton acara televisi ringan hingga dini hari, lalu bangun menjelang siang.

Putrinya, Yao Songping mengungkapkan sang ibu memiliki kebiasaan hidup yang sangat santai.

“Ibu saya itu seperti remaja, benar-benar manusia malam. Ia tidur sangat larut dan bangun secara alami sekitar pukul 10 pagi,” kata Yao.

Dalam hal makan, Jiang tidak mengikuti pola tiga kali sehari. Ia hanya makan dua kali, yaitu saat menjelang siang dan makan malam sekitar pukul enam sore. Jika lapar di malam hari, ia tidak ragu untuk ngemil camilan seperti keripik atau kue.

“Kalau lapar di malam hari, ibu akan makan camilan. Tapi kualitas tidurnya tetap sangat baik, ia bisa langsung tertidur begitu berbaring,” ujar Yao.

Kebiasaan tidur larut ini sebenarnya baru terbentuk beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, Jiang dikenal sangat aktif mengurus rumah, menerima tamu, dan berjalan kaki jarak jauh. Namun setelah mengalami kecelakaan dan cedera di tangan, aktivitasnya berkurang. Sejak itu, pola tidurnya pun berubah dan ia mulai terbiasa begadang sambil menonton televisi.

Selain menikmati hidup dengan santai, Jiang juga dikenal memiliki nafsu makan yang baik. Makanan favoritnya adalah kue kastanye air. Setiap pagi setelah bangun, ia selalu memulai hari dengan secangkir teh hijau hangat.

Di balik usianya yang panjang, Jiang juga memiliki kisah cinta yang masih dikenang warga sekitar. Ia dan mendiang suaminya dikenal sebagai pasangan paling romantis di lingkungan tempat tinggal mereka.

"Ayah saya bisa membaca, sedangkan ibu tidak. Saat mereka muda, ayah selalu menjelaskan cerita film yang mereka tonton bersama, bahkan menirukan suara tokoh agar ibu tertawa,” kenang Yao.

Meski kini hidup tanpa pasangan, Jiang tetap menikmati hidupnya. Ia masih senang bepergian bersama anak dan cucunya. Dalam dua tahun terakhir, ia telah mengunjungi lebih dari 20 kota di China untuk mewujudkan impian berwisatanya.

Menurut sang anak, kunci utama umur panjang ibunya terletak pada pola pikir.

“Ibu saya tidak mudah marah, tidak menyimpan dendam, dan tidak terlalu memikirkan hal-hal kecil. Ia menjalani hidup dengan pikiran yang ringan." ujarnya.

Kisah Jiang Yueqin menunjukkan rahasia panjang umur bisa sesederhana menikmati hidup, menjaga pikiran tetap positif, makan secukupnya, tidur nyenyak, dan tidak membebani diri dengan terlalu banyak kekhawatiran. Sebuah pelajaran berharga bahwa hidup yang tenang dan bahagia adalah kunci kesehatan jangka panjang.