JAKARTA - Puluhan merek sunscreen ditarik dari pasaran Australia setelah hasil uji menunjukkan kadar perlindungan yang jauh di bawah klaim label. Skandal ini semakin meluas sejak pertama kali mencuat pada Juni 2024.
Badan Pengawas Obat-obatan Australia, Therapeutic Goods Administration (TGA) mengumumkan hampir 20 merek sunscreen baru kini ditarik karena menggunakan formula dasar yang dipasok oleh Wild Child Laboratories.
Formula tersebut dipakai di berbagai produk sunscreen yang dijual di seluruh negeri. Menurut TGA, uji awal memperlihatkan adanya perbedaan signifikan antara klaim perlindungan dan hasil nyata di lapangan.
“Uji awal menunjukkan bahwa formula dasar ini tidak mungkin memiliki SPF lebih dari 21,” demikian pernyataan TGA, dikutip dari laman Independent.co.uk.
Padahal banyak produk itu dipasarkan dengan klaim SPF50+. Beberapa produk sunscreen hanya memberikan perlindungan setara SPF4.
Kasus ini pertama kali mencuat ketika Choice, lembaga advokasi konsumen, menguji 20 tabir surya populer dengan label SPF50 atau lebih tinggi. Hasilnya mengejutkan, 16 produk ternyata tidak sesuai klaimtermasuk merek besar seperti Bondi Sands, Banana Boat hingga produk yang dipasarkan oleh Cancer Council.
Hasil terburuk datang dari produk Violette’s Lean Screen SPF50+ Mattifying Zinc Sunscreen yang hanya memberikan perlindungan setara SPF4, jauh dari klaim SPF50+. Pihak Ultra Violette membantah hasil tersebut.
"Kami sudah melakukan tes SPF mendesak pada April dan hasilnya 61,7, konsisten dengan pengujian awal kami,” kata juru bicara perusahaan sembari menegaskan belum ada laporan terbukti soal konsumen yang mengalami sengatan matahari akibat produknya.
BACA JUGA:
Mereka menyebut temuan Choice tidak akurat dan mungkin akibat kesalahan manusia dalam pengujian.
"Meski ada variabilitas dalam pengujian, selisih antara klaim dan hasil nyata terlihat sangat mencolok," ujar Direktur Pengujian Choice, Matthew Steen.
Choice mengulang tes dengan laboratorium Jerman pada batch berbeda dan hasilnya tetap sama.
Dari 21 produk yang ditinjau TGA, 8 produk sudah ditarik atau produksinya dihentikan, sementara 10 produk lainnya penjualannya ditangguhkan. Dua produk masih dalam tahap investigasi. Wild Child telah menghentikan produksi formula dasar yang dipermasalahkan.
"Fasilitas produksinya tidak ditemukan cacat, dan menyalahkan adanya masalah industri secara luas, khususnya pengujian oleh laboratorium AS Princeton Consumer Research (PCR) Corp," tutur CEO perusahaan, Tom Curnow.
TGA juga menyoroti metode pengujian PCR Corp.
"Banyak perusahaan tabir surya yang menggunakan formula dasar ini bergantung pada hasil uji dari PCR Corp untuk mendukung klaim SPF mereka,” kata TGA.
Hingga kini, badan tersebut sudah menghubungi laboratorium itu, namun belum mendapat balasan.
Curnow menambahkan perusahaannya kini sudah berhenti bekerja sama dengan PCR Corp dan mengirim formula untuk diuji di laboratorium lain yang diakui.
Kasus ini menimbulkan kegelisahan besar di Australia, negara dengan tingkat kanker kulit tertinggi di dunia. Dua dari tiga penduduk diperkirakan akan menjalani perawatan melanoma atau kondisi terkait setidaknya sekali dalam hidupnya.
TGA menegaskan agar masyarakat yang telah membeli salah satu produk bermasalah tersebut sebaiknya menggunakan alternatif tabir surya lain hingga investigasi selesai.
Kepala TGA, Ashley De Silva mengingatkan masyarakat untuk tetap menggunakan tabir surya meskipun ada skandal ini.
"Akan sangat disayangkan bila orang mengira tabir surya tidak berguna. Memang ada celah besar antara skor SPF di label dan hasil uji, tapi perbedaan efektivitasnya sebenarnya sangat kecil,” ujarnya.
Di sisi lain, Choice menekankan pentingnya transparansi dari perusahaan tabir surya.
“Konsumen butuh kepastian produk favorit mereka benar-benar diuji dengan metode yang kuat, apalagi dengan adanya pertanyaan serius seputar PCR.” kata lembaga tersebut.
Kasus ini juga diperkirakan berdampak global, karena banyak produk yang terlibat juga dipasarkan di luar negeri dengan standar pengujian yang sama.