JAKARTA - Mikroplastik kini ditemukan tidak hanya di laut dan udara, tetapi juga dalam makanan sehari-hari. Studi dari Universitas Catania di Italia mengungkapkan beberapa buah dan sayuran yang sering dikonsumsi mengandung partikel mikroplastik.
Penelitian ini dilakukan oleh Laboratorium Higiene Lingkungan dan Pangan Universitas Catania, bekerja sama dengan Mohamed Banni dari Laboratoire de Biochimie et Toxicologie Environnementale di Sousse, Tunisia.
Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research dan menjadi yang pertama mengukur konsentrasi mikroplastik dalam bagian yang dapat dimakan dari buah dan sayuran paling banyak dikonsumsi.
Penelitian ini menemukan bahwa buah dan sayuran mengandung mikroplastik dengan ukuran rata-rata antara 1,51 hingga 2,52 mikron. Konsentrasi mikroplastik dalam buah rata-rata mencapai 223 ribu partikel per gram, sedangkan pada sayuran sekitar 97.800 partikel per gram.
Berikut beberapa buah dan sayuran yang ditemukan mengandung mikroplastik:
- Apel yang memiliki jumlah mikroplastik tertinggi di antara buah-buahan dengan rata-rata 195.500 partikel per gram.
- Pir mengandung sekitar 189.500 partikel per gram.
- Brokoli dan wortel termasuk sayuran yang paling terkontaminasi dengan rata-rata lebih dari 100 ribu partikel per gram.
- Sayuran berdaun seperti selada juga terkontaminasi mikroplastik, meskipun pada tingkat yang lebih rendah dibandingkan dengan sayuran umbi-umbian seperti wortel dan brokoli.
BACA JUGA:
“Ketika kita menggigit apel, hampir pasti kita juga mengonsumsi mikroplastik bersamanya. Untuk mengurangi polusi plastik, perusahaan harus mengurangi penggunaan dan limbah plastik dalam rantai pasok mereka. Supermarket sudah terlalu banyak menggunakan plastik. Semakin cepat kita mengurangi jejak plastik, semakin sedikit mikroplastik yang kita konsumsi,” kata Sion Chan, aktivis Greenpeace Kantor Hong Kong Asia Timur, dikutip dari laman Green Peace.
Mikroplastik mengandung bahan kimia berbahaya seperti pestisida dan plastikizer yang menempel pada partikel tersebut. Konsumsi mikroplastik melalui makanan dapat berdampak negatif pada kesehatan manusia, termasuk gangguan hormonal dan masalah reproduksi.
Untuk mengurangi paparan mikroplastik, disarankan untuk:
- Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
- Mendukung kebijakan yang mengurangi penggunaan plastik dalam kemasan makanan.
- Mencuci dan mengupas buah dan sayuran sebelum dikonsumsi.
- Mengonsumsi produk organik yang kemungkinan lebih rendah terkontaminasi mikroplastik.
- Kesadaran dan tindakan bersama sangat penting untuk mengurangi dampak negatif mikroplastik terhadap kesehatan dan lingkungan.