Bagikan:

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membagikan pedoman baru untuk layanan HIV (Human Immunodeficiency Virus). HIV merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh, yang bisa mengganggu kualitas hidup dan jika tidak ditangani dengan baik bisa berakhir menjadi AIDS.

Untuk meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV, WHO membagikan pedoman yang berfokus pada 3 hal utama. Mulai dari layanan HIV sebaiknya juga disertai dengan perawatan diabetes dan hipertensi.

Hal tersebut dilakukan karena data menunjukkan bahwa 5 persen orang yang hidup dengan HIV di Afrika sub-Sahara memiliki diabetes dan 25 persen mengidap hipertensi. Ini mirip dengan perkiraan di wilayah lain di dunia.

Pedoman lainnya adalah mengintegrasikan layanan HIV dengan perawatan kesehatan mental. Seperti depresi, kecemasan, hingga gangguan konsumsi alkohol.

Prevalensi kondisi kesehatan mental di antara orang-orang yang hidup dengan HIV termasuk tinggi. Sepertiga di antaranya mengalami gejala depresi atau kecemasan, hingga gangguan minum alkohol setidaknya diidap 20 persen penderita HIV.

Kemudian pedoman terakhir yang dianjurkan WHO adalah dukungan seperti konseling hingga edukasi. Hal ini terbukti membantu mempertahankan penekanan virus dan meningkatkan kesejahteraan hidup pasien.

“Dengan mengintegrasikan hipertensi, diabetes, dan perawatan kesehatan mental ke dalam layanan HIV, dan memastikan dukungan yang tepat waktu, kami dapat membantu orang-orang tetap menjalani peningkatan kesejahteraan,” kata Direktur Departemen WHO untuk HIV, Tuberkolosis, Hepatitis, dan IMS, Tereza Kasaeva, dikutip dari laman WHO, pada Senin, 15 September 2025.

Pedoman baru ini juga menjadi bentuk nyata komitmen WHO untuk memberikan perawatan holistik yang mendukung kesehatan dan kualitas hidup pengidap HIV ke depannya.

“Pedoman yang diperbarui menegaskan kembali komitmen WHO untuk memberikan perawatan holistik yang berpusat pada orang yang membahas beragam kebutuhan kesehatan orang dengan HIV, dan mendukung mereka untuk menjalani hidup lebih lama dan lebih sehat,” pungkas Kasaeva.