Bagikan:

JAKARTA - Menurut pengamatan Dr. Media Wahyudi Askar, Direktur Keadilan Fiskal CELIOS dalam proses perudingan dan penadatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerka Serikat, posisi Indonesia terintimidasi. Hasil akhirnya kesepakatan yang banyak merugikan Indonesia. “Kalau kita lihat kesepakatan dagang Indonesia dan Amerika kemarin (ART), itu lebih dekat kepada power-based system,” katanya kepada VOI.