Bagikan:

JAKARTA - Wadah plastik memang menjadi pilihan praktis untuk menyimpan makanan sehari-hari. Namun, di balik kemudahannya, ada sejumlah risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.

Beberapa jenis makanan ternyata tidak dianjurkan disimpan dalam wadah plastik karena dapat memengaruhi kualitas nutrisi hingga memicu paparan zat kimia berbahaya.

Mengutip laporan Times of India, pakar kesehatan dan kebugaran Dimple Jangda mengingatkan bahwa makanan asam seperti tomat, jeruk, dan buah beri sebaiknya tidak disimpan dalam wadah plastik. Hal ini karena kandungan vitamin C dan antioksidan dalam makanan tersebut bisa berkurang.

“Saat disimpan dalam wadah plastik, bahan kimia akan larut ke dalamnya dan juga memengaruhi keseimbangan pH. Sebaiknya disimpan dalam wadah kaca,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penggunaan wadah kaca lebih dianjurkan karena mampu menjaga kandungan penting seperti likopen dan flavonoid yang berperan dalam mengurangi stres oksidatif serta membantu penyerapan nutrisi. Bahkan, kadar vitamin C dalam makanan bisa turun sekitar 20–30 persen jika disimpan dalam plastik.

Hal serupa juga berlaku untuk buah seperti ceri dan stroberi yang kaya vitamin C. Jika disimpan dalam wadah plastik, kandungan vitamin tersebut bisa berkurang hingga hampir setengahnya hanya dalam satu hari.

“Sebaiknya simpan dalam wadah keramik atau bahkan mangkuk baja jika perlu, atau wadah kaca adalah yang terbaik,” katanya.

Selain itu, sayuran berdaun hijau seperti bayam, kale, dan ketumbar juga tidak disarankan disimpan dalam plastik. Kandungan air yang tinggi pada sayuran ini membuatnya lebih cepat layu dan kehilangan nutrisi saat disimpan dalam wadah tersebut. Vitamin yang larut dalam air seperti folat dan vitamin K pun dapat berkurang.

Dimple juga mengingatkan agar tidak menyimpan makanan panas dalam wadah plastik. Pasalnya, beberapa jenis plastik mengandung bahan kimia seperti bisphenol A (BPA) dan ftalat yang dapat terlepas ke dalam makanan saat terkena panas, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan.

Tak hanya itu, makanan berlemak seperti minyak zaitun, mentega, ikan, serta makanan berbasis krim juga sebaiknya tidak disimpan dalam plastik. Hal ini karena zat aditif dalam plastik bersifat mudah larut dalam lemak, sehingga berisiko mencemari makanan.

Untuk bahan makanan seperti daging merah mentah, penggunaan wadah plastik juga tidak dianjurkan. Permukaan plastik yang mudah tergores dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi.

Sebagai alternatif, ia menyarankan penggunaan wadah kaca yang lebih aman dan mudah dibersihkan guna menjaga kualitas makanan sekaligus mengurangi risiko kesehatan.

Secara umum, standar internasional seperti yang ditetapkan oleh United States Department of Agriculture (USDA) menekankan bahwa wadah plastik yang aman harus tidak beracun, kedap air, tahan lama, serta tidak mudah rusak saat terkena bahan kimia pembersih.