JAKARTA - Memiliki badan yang kurus bukan berarti terbebas dari masalah lemak di perut. Perut buncit bisa saja muncul meskipun angka timbangan tubuh terlihat ideal.
Hal tersebut terjadi karena komposisi tubuh tidak hanya ditentukan oleh berat badan, tetapi juga distribusi lemak dan massa otot. Kondisi ini sering disebut sebagai skinny fat, yakni saat tubuh terlihat ramping, tetapi menyimpan lemak di area tertentu, terutama perut.
Untuk memahami terjadinya skinny fat, Anda perlu melihat lebih dalam dari sekadar angka berat badan, mulai dari kebiasaan harian hingga kondisi internal tubuh. Adapun beberapa penyebab terjadinya perut buncit meskipun badan kurus adalah sebagai berikut.
1. Gaya hidup kurang aktif
Dikutip dari Mayo Clinic, pada Kamis, 16 April 2026, gaya hidup yang kurang aktif menjadi salah satu penyebab utama perut buncit pada tubuh kurus. Seperti duduk terlalu lama, jarang bergerak, dan hanya menghabiskan waktu dengan gadget.
Kebiasaan tersebut membuat pembakaran kalori harian menurun drastis. Ini mengakibatkan tubuh menjadi lebih mudah untuk menyimpan lemak, terutama di area perut yang membuatnya menumpuk hingga membentuk perut buncit.
2. Faktor genetik dan kondisi tubuh
Perut buncit pada orang kurus bisa saja terjadi karena hal yang tidak bisa dikontrol sepenuhnya. Seperti faktor genetik, yang bisa menentukan di mana tubuh seseorang cenderung menyimpan lemak.
Ada orang yang mudah menyimpan lemak di paha, pipi, dan yang lain di area perut. Selain itu, kondisi tubuh seperti perubahan hormon, kondisi medis tertentu, hingga efek samping obat juga bisa mempengaruhi komposisi tubuh.
Oleh karena itu, memahami faktor ini penting dalam menghadapi perut buncit, agar Anda bisa fokus pada hal-hal yang masih bisa dikendalikan. Seperti pola makan hingga aktivitas fisik.
3. Pola makan tak seimbang
Penyebab lainnya perut buncit pada tubuh yang ideal adalah pola makan yang tidak seimbang. Ini karena kualitas nutrisi sangat menentukan bentuk tubuh seseorang.
BACA JUGA:
Banyak orang kurus ternyata mengonsumsi makanan tinggi kalori, tetapi rendah nutrisi seperti makanan olahan atau junk food. Hal ini membuat tubuh kekurangan zat penting untuk membangun otot, tetapi tetap menyimpan lemak.