JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, lari tidak lagi sekadar olahraga ringan, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat urban. Aktivitas ini semakin diminati karena mudah dilakukan, fleksibel, dan bisa menjadi sarana kebersamaan, baik bersama teman, keluarga, maupun komunitas.
Data menunjukkan tren yang cukup mencolok. Menurut Good Stats, komunitas lari di Indonesia meningkat hingga enam kali lipat sepanjang 2025. Sejalan dengan itu, jumlah pelari juga melonjak signifikan. Dari sekitar 56 ribu pelari pada Januari 2024, angka tersebut naik hingga 242 ribu pada Mei 2025 atau meningkat sekitar 330%.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya aktivitas fisik semakin tinggi. Namun di balik tren positif ini, ada satu hal penting yang sering terabaikan yakni edukasi mengenai cara berlari yang sehat, termasuk menjaga hidrasi tubuh.
Banyak orang menganggap lari, terutama jarak pendek seperti 5K atau 10K, sebagai aktivitas yang ringan. Padahal, tanpa persiapan dan pemahaman yang baik, risiko kelelahan hingga gangguan kesehatan tetap bisa terjadi.
Menurut Race Director ISOPLUS Run 2026, Safrita Aryana, aspek teknis dan edukasi menjadi hal yang krusial dalam setiap ajang lari.
“Kami membawa standard operating procedure manajemen race profesional yang dalam pelaksanaan ISOPLUS Run Series. Kami menawarkan sebuah valid running race bagi peserta dengan rute yang terkalibrasi," jelas Safrita di Kimaya Slipi Jakarta padq Selasa, 14 April 2026.
"Kami berkomitmen menghadirkan sebuah race yang tidak hanya valid, tetapi juga valuable bagi seluruh peserta. Standar penyelenggaraan yang baik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman lari yang nyaman dan aman bagi para peserta, sekaligus mendukung berkembangnya budaya lari yang semakin kuat di Indonesia,” lanjutnya.
BACA JUGA:
Ia juga menekankan pentingnya hidrasi selama berlari.
“Agar setiap pelari bisa menyelesaikan lomba dengan baik, tetap sehat, dan pulang dengan bahagia bertemu keluarga. Justru dalam banyak kasus, pelari yang mengalami kelelahan atau masalah kesehatan sering datang dari kategori 5K dan 10K karena dianggap jarak yang lebih ringan, padahal kebutuhan hidrasi tetap harus diperhatikan,” lanjut Safrita.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa performa tubuh sangat bergantung pada keseimbangan cairan, bahkan untuk jarak yang dianggap ringan.
Saat berlari, tubuh kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat. Jika tidak digantikan dengan baik, hal ini bisa menyebabkan dehidrasi, penurunan performa, hingga risiko kram atau pusing.
Di sinilah pentingnya memahami strategi hidrasi. Anda bisa minum sebelum merasa haus, memanfaatkan hydration station saat lomba, dan menyesuaikan asupan cairan dengan intensitas dan durasi lari. Kesadaran ini juga terus digaungkan dalam berbagai ajang lari, termasuk melalui kampanye edukasi dari ISOPLUS sebagai minuman isotonik.
Ajang lari kini tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai platform edukasi kesehatan. Salah satunya melalui penyelenggaraan ISOPLUS Run Series 2026 yang akan kembali hadir di Jakarta (6 September 2026) dan Surabaya (4 Oktober 2026), dengan target total 17 ribu pelari dari berbagai level.
“Tahun ini race village kami akan bertempat di tengah kota Jakarta, sama seperti di Surabaya juga di pusat kota. Ini menegaskan positioning ISOPLUS Run sebagai event lari yang digemari siapa saja, terutama kaum urban," ujar Joshua Gunawan, Head of Ready to Drink Beverages WINGS Group Indonesia.
"ISOPLUS terus mendorong terciptanya ekosistem gaya hidup aktif melalui berbagaitraining komunitas juga melalui kampanye media sosial. ISOPLUS Run Series merupakan wujud komitmen kami untuk terus mendukung masyarakat Indonesia menjalani gaya hidup aktif dan sehat,” tambahnya.
Selain itu, ajang ini juga memberikan dampak ekonomi bagi berbagai sektor. Menariknya, pengalaman berlari juga sering dikaitkan dengan perjalanan personal seseorang dalam mencapai tujuan hidup. Hal ini tercermin dari desain jersey tahun ini yang mengangkat tema “Unlock Your Greatness”.
“Saya personally suka dengan tema yang diberikan karena sangat relate. Dari tema unlock your greatness tersebut saya berusaha ciptakan ritme visual yang dinamis dan vibrant, karena untuk membuka potensi terbaik kita, kita perlu bergerak, dan inilah yang saya tangkap dalam bentuk visual," ujar visual designer Popomangun.
“Ini adalah kali pertama membuat jersey olahraga dan dilibatkan dalam event sport berskala nasional, yang akan dipakai 16 ribu lebih peserta lari di kedua kota. Dalam mendesain jersey olahraga, saya perlu memperhatikan movement pelari tuh seperti apa, bagaimana caranya supaya visual di jersey tetap terlihat bagus walaupun jerseynya mengikuti gerakan pelari yang cepat. Prosesnya sangat fun dan challenging, karena banyak function yang perlu diperhatikan. Tidak sabar nanti hadir di acara ISOPLUS Run dan melihat begitu banyak peserta memakai hasil karya saya,” tambahnya.
Semakin banyaknya event dan komunitas lari di Indonesia membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mulai hidup lebih aktif. Tidak harus langsung mengikuti marathon, memulai dari jarak pendek, konsisten, dan memahami kebutuhan tubuh sudah menjadi langkah besar menuju kesehatan.
Melalui berbagai inisiatif, termasuk ISOPLUS Run Series, pesan penting terus digaungkan.
“ISOPLUS terus memperkuat relevansinya dengan menghadirkan pesan ‘Hidrasi Cepat, Jaga Performa’. Kami menggandeng Kenny Austin sebagai Brand Ambassador terbaru ISOPLUS dan ini turut menegaskan positioning ISOPLUS sebagai minuman isotonik yang dekat dengan gaya hidup kaum urban yang aktif, dinamis, dan selalu ingin menjaga performa terbaik dalam setiap aktivitasnya." tutup Joshua.
Lari adalah olahraga sederhana dengan manfaat besar. Namun, untuk mendapatkan manfaat maksimal, diperlukan pemahaman yang tepat. Mulai dari teknik, konsistensi, hingga hidrasi.
Dengan semakin berkembangnya ekosistem lari di Indonesia, kini saatnya lebih banyak orang tidak hanya ikut tren, tetapi juga memahami cara berlari yang sehat, aman, dan berkelanjutan.