Bagikan:

JAKARTA - Tanggal kedaluwarsa sering membuat kita langsung membuang makanan, padahal tidak semua produk benar-benar berbahaya setelah melewati tanggal tersebut. Banyak makanan yang masih aman dikonsumsi selama kondisi fisiknya baik dan penyimpanannya tepat. Namun penting untuk membedakan antara tanggal kedaluwarsa untuk kualitas (best before) dan tanggal kedaluwarsa untuk keamanan(use by).

Pertanyaan yang muncul pun selalu sama, apakah masih aman dimakan? Jawabannya bisa iya dan tidak. Ternyata tanggal-tanggal itu tidak selalu menunjukkan keamanan makanan, sehingga sering bikin bingung.

Dilansir dari laman Times of India, istilah pada label punya arti berbeda.

- Best before menunjukkan kualitas, bukan keamanan. Artinya, makanan berada pada kualitas terbaik sebelum tanggal tersebut. Setelah lewat, rasa atau teksturnya mungkin sedikit berubah, tapi biasanya masih aman dikonsumsi.

- Use by juga berbeda. Ini berkaitan langsung dengan keamanan, terutama untuk makanan seperti susu, daging, dan jus segar. Jika sudah lewat tanggal ini, risikonya jauh lebih besar. Lebih baik tidak memaksakan diri untuk memakannya.

Jika ragu, lebih aman untuk tidak mengonsumsinya daripada berisiko sakit. Beberapa jenis makanan cenderung lebih tahan lama dibandingkan tanggal yang tertera di label. Misalnya:

- Makanan kering seperti pasta, beras, sereal, atau makanan kaleng. Selama penyimpanannya benar dan tidak ada bau aneh, perubahan warna, atau kemasan menggembung, biasanya masih aman.

- Keripik, biskuit, atau cracker mungkin jadi kurang renyah, tapi tetap aman dimakan.

- Makanan beku juga umumnya aman kalau benar-benar disimpan dalam freezer dan tidak tertutup lapisan es yang tebal. Mungkin rasanya tidak setajam saat baru dibeli, tapi tidak berbahaya.

Ada juga makanan yang lebih sensitif dan sebaiknya tidak dikonsumsi setelah tanggal kedaluwarsanya, seperti keju lunak, daging olahan (deli meat), susu sudah dibuka, dan makanan mengandung telur. Walaupun terlihat baik-baik saja, bakteri berbahaya bisa saja berkembang tanpa perubahan aroma atau tampilan.

Jika sudah lewat tanggal “use by” dan sudah lama dibuka, lebih baik dibuang. Bila ada jamur, khususnya di makanan yang lembut seperti roti atau yoghurt, itu tanda bahwa makanan harus segera dibuang. Untuk keju keras, jamur bisa dipotong, tapi untuk makanan lain, tidak disarankan.

Melihat, mencium, dan mencicipi memang bisa membantu mengetahui kondisi makanan, tapi tidak selalu akurat. Ada bakteri berbahaya yang tidak mengubah warna, bau, atau rasa. Jika teksturnya aneh, warnanya berubah, atau kemasannya menggembung dan bocor, lebih baik jangan dimakan.

Kunci utamanya adalah menyeimbangkan antara mengurangi pemborosan makanan dan menjaga kesehatan. Terlalu cepat membuang makanan bisa boros, tetapi memakan makanan yang sudah rusak jauh lebih berbahaya.

Jika hanya lewat satu atau dua hari dari tanggal “best before” dan kondisinya masih bagus, biasanya aman. Tapi untuk makanan yang mudah basi seperti susu atau daging, lebih baik berhati-hati. Sedikit membuang makanan jauh lebih baik daripada harus berurusan dengan masalah kesehatan.