Bagikan:

YOGYAKARTA – Banyak orang merasa putus asa karena tubuhnya mudah gemuk seperti orang tua atau keluarganya. Tidak sedikit pula yang percaya bahwa jika sudah gemuk karena keturunan, maka usaha diet atau olahraga tidak akan banyak membantu. Namun, penelitian terbaru justru menunjukkan hal yang berbeda. Gen memang berperan besar, tetapi bukan faktor penentu tunggal. Anda tetap bisa kurus meski memiliki riwayat genetik obesitas, asalkan tahu bagaimana cara bekerja dengan tubuh, bukan melawannya.

Beberapa studi dilansir Health, Selasa, 25 November, menyebutkan bahwa genetika bisa menyumbang sekitar 40–60% risiko obesitas. Hal ini membuat sebagian orang lebih mudah lapar, lebih cepat menyimpan lemak, atau memiliki metabolisme yang cenderung lambat. Meski begitu, angka tersebut juga berarti masih ada separuh faktor lain yang berada dalam kendali Anda. Lingkungan, kebiasaan makan, aktivitas harian, serta manajemen stres berperan sama besarnya terhadap kondisi tubuh. Jadi, gen “gemuk” bukan vonis mutlak.

Apa itu obesitas genetik?

Obesitas genetik terjadi ketika variasi DNA memengaruhi mekanisme tubuh dalam mengatur berat badan. Penelitian membagi kondisi ini menjadi tiga kategori, antara lain monogenik, poligenik, dan sindromik.

apakah gemuk keturunan bisa kurus
Ilustrasi fakta apakah gemuk keturunan bisa kurus menurut penelitian (Freepik)

Pada obesitas monogenik, mutasi pada satu gen tertentu dapat memengaruhi hormon pengatur nafsu makan sehingga tubuh sulit merespons rasa kenyang. Obesitas poligenik lebih umum, di mana banyak gen kecil bekerja bersama meningkatkan kecenderungan naik berat badan. Sementara obesitas sindromik biasanya disertai kondisi medis lain yang membuat pengelolaan berat badan lebih kompleks.

Faktor lingkungan juga berperan besar

Meski genetika menjadi fondasi awal, lingkungan hidup Anda justru memegang peran terbesar dalam menentukan apakah gen tersebut “aktif” atau tidak. Istilah obesogenic environment digunakan untuk menggambarkan kondisi yang memudahkan seseorang makan lebih banyak dan bergerak lebih sedikit, seperti makanan cepat saji yang mudah didapat, pekerjaan yang membuat duduk seharian, atau kurangnya ruang untuk aktivitas fisik. Lingkungan semacam ini dapat memperkuat pengaruh genetik. Namun ketika lingkungan diubah menjadi lebih sehat, efeknya juga bisa membalikkan kecenderungan gen tersebut.

Strategi agar bisa kurus meski punya gen ”gemuk”

Menurut laporan dan rekomendasi CDC (Centers for Disease Control and Prevention), menunjukkan bahwa individu dengan risiko genetik tinggi tetap bisa menurunkan berat badan dengan perubahan gaya hidup yang tepat. Pola makan seimbang, ukuran porsi yang terkontrol, dan aktivitas fisik rutin dapat membantu mengatur kembali sinyal rasa lapar dan metabolisme.

Selain itu, tidur yang cukup dan manajemen stres sangat penting karena keduanya berkaitan erat dengan hormon pengatur nafsu makan. Untuk kondisi yang lebih sulit, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan langkah medis yang sesuai, termasuk obat atau terapi pendukung bila memang dibutuhkan.

Memiliki gen obesitas bukan berarti Anda tidak punya harapan untuk kurus. Penelitian menegaskan bahwa obesitas tetap dapat dicegah dan diatasi, meskipun ada kecenderungan bawaan. Kebiasaan dan pilihan sehari-hari lah yang menentukan apakah kecenderungan genetik itu akan muncul atau tetap “tidur”. Banyak orang dengan risiko genetik tinggi berhasil mencapai berat badan ideal lewat perubahan kecil namun konsisten. Dengan kata lain, gen adalah faktor, namun bukan penentu hidup Anda.

Jadi, apakah gemuk keturunan bisa kurus? Jawabannya jelas bisa. Gen memang memberi pengaruh, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan berat badan Anda. Dengan pola makan yang lebih teratur, kebiasaan bergerak yang konsisten, istirahat cukup, serta dukungan ahli bila diperlukan, peluang Anda untuk lebih sehat tetap sangat besar. Tidak ada kata terlambat untuk memulai perubahan, karena tubuh Anda selalu punya kemampuan untuk beradaptasi. Yang penting adalah melangkah mengupayakan, meski pelan, tapi konsisten.