Bagikan:

JAKARTA - Stroke selama ini dikenal sebagai penyakit yang lebih banyak terjadi pada orang usia lanjut. Namun, pada kenyataannya kini stroke juga semakin banyak menyerang orang yang masih berusia muda.

Perubahan tersebut dapat terjadi salah satunya karena dipengaruhi oleh gaya hidup. Gaya hidup anak muda saat ini banyak yang sedenter atau kurangnya aktivitas fisik.

Anak muda juga cenderung memiliki masalah stres, gangguan tidur (sleep apnea) migrain, penyalahgunaan zat, depresi, dan paparan polusi lingkungan yang bisa muncul sebagai penyebab utama stroke pada orang yang lebih muda.

Menurut konsultan senior neurologi, Dr Shiva Kumar R, gaya hidup dapat diubah secara signifikan menjadi yang lebih baik untuk mengurangi risiko stroke. Mulai dari makan sehat hingga berolahraga teratur.

“Menjaga pola makan seimbang, berolahraga secara teratur, menghindari tembakau dan alkohol berlebihan, mengelola stres, dan mengendalikan kondisi kronis seperti diabetes dan hipertensi adalah strategi pencegahan utama,” kata Dokter Shiva dikutip dari Times of India, pada Kamis, 23 Oktober 2025.

Selain itu, anak muda juga harus mulai menyadari gejala-gejala dari stroke sehingga bisa deteksi dini dan mendapat penanganan lebih cepat jika terjadi. Ini karena gejala stroke pada anak muda sering dinilai sepele karena mirip dengan penyakit biasa, seperti di bawah ini.

1. Mati rasa atau lemas mendadak

Mati rasa atau lemas mendadak harus diwaspadai, terutama jika terjadi pada salah satu sisi tubuh, yang mempengaruhi wajah, lengan, atau kaki. Gejala ini dapat berupa mulut terkulai atau ketidakmampuan mengangkat lengan sepenuhnya.

2. Masalah penglihatan

Masalah penglihatan yang terjadi jangan dianggap hal biasa, karena bisa berupa tanda tejadinya stroke. Penglihatan kabur, penglihatan ganda, atau kehilangan penglihatan sementara pada salah satu mata atau kedua mata harus diwaspadai.

3. Sakit kepala parah

Sakit kepala yang parah juga bisa menjadi gejala stroke, terlebih jika terjadi secara tiba-tiba. Hal ini terkadang disertai dengan muntah dan pusing.

4. Masalah keseimbangan

Kehilangan keseimbangan mendadak, kesulitan berbicara, atau kecanggungan yang tidak biasa pada tubuh bisa menjadi tanda awal stroke yang tidak boleh dianggap sepele.

Anak muda harus menganggap serius gejala ringan atau sementara sekali pun terkait stroke. Mengabaikannya dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk cacat permanen hingga kematian.