Bagikan:

JAKARTA - Atrial fibrilasi atau gangguan irama jantung menjadi salah satu masalah kesehatan yang harus mendapat perhatian serius. Kondisi ini sering tidak disadari karena gejalanya yang dianggap sepele, padahal bisa menyebabkan stroke hingga gagal jantung.

Dengan demikian, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.J.P Subsp.Ar (K), FIHA, mengatakan penting bagi setiap orang mengenali gejala atrial fibrilasi.

Dokter Dony menyampaikan bahwa setidaknya terdapat empat gejala atrial fibrilasi. Mulai dari jantung berdebar, rasa tidak nyaman di dada, cepat lelah, hingga sesak napas.

Adapun gejala berdebar yang dimaksud adalah jantung yang berdebar secara tak menentu. Debaran tersebut dapat terjadi secara mendadak tanpa adanya pemicu, dan biasanya berlangsung lama.

“Berdebar itu di saat tidak menentu ya,” kata dr. Dony, saat temu media di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, ditulis Jumat, 15 Mei 2026.

“Kalau biasanya nadinya teratur, ini jadi tidak teratur. Ini harus diwaspadai. Ada pasien yang rasanya saat meraba nadi, seperti ada irama yang skip atau tidak terasa. Kalau tidak, seperti roller coaster rasanya, dan ini berlangsung lama,” tambahnya.

Salah satu kondisi yang bisa menandai terjadinya atrial fibrilasi adalah saat berolahraga. Pada orang dengan kondisi tubuh normal, saat berolahraga denyut jantung akan meningkat, tetapi setelah pendinginan denyut jantung akan kembali stabil.

Namun, pada pasien atrial fibrilasi, denyut jantung setelah berolahraga tersebut mungkin saja bertahan tetap tinggi. Oleh karena itu, kondisi tersebut harus diwaspadai dan ditangani untuk mencegah komplikasi serius.

Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serius. Pemeriksaan sederhana seperti rutin mengecek denyut nadi dan tekanan darah dapat membantu menemukan tanda awal atrial fibrilasi dan mendapatkan pengananan yang tepat.