JAKARTA - Atrial fibrilasi termasuk salah satu risiko penyebab stroke yang patut untuk diwaspadai. Atrial fibrilasi adalah kondisi gangguan irama jantung yang tidak teratur.
Kondisi tersebut terjadi saat serambi jantung berdenyut sangat cepat dan tidak beraturan. Ini menyebabkan irama kontraksi bilik jantung yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh terganggu.
Spesialis neurologi RS Pondok Indah, dr. Andre Sp.N, mengatakan bahwa atrial fibrilasi menjadi salah satu penyebab utama kasus stroke dengan penyumbatan pembuluh darah atau stroke iksemik.
“Atrial fibrilasi denyut jantungnya nggak teratur sehingga terbentuk bekuan darah, turbulen terperangkap di jantung sehingga suata saat dia lepas masuk ke otak jadilah stroke,” tutur dr. Andre, saat diskusi media di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Selasa, 12 Mei 2026.
BACA JUGA:
Atrial fibrilasi dapat menyebabkan stroke karena membuat serambi jantung bergetar, mempermudah terbentuknya gumpalan darah. Gumpalan tersebut bisa terbawa ke pembuluh darah dan menyebabkan sumbatan, yang akhirnya menyebabkan stroke iksemik.
Stroke yang disebabkan atrial fibrilasi dapat menyebabkan dampak kesehatan yang lebih berat. Seperti kecacatan yang lebih berat hingga kematian.
“Stroke yang diakibatkan oleh atrial fibrilasi biasanya lebih berat dan menyebabkan gejala sisa atau kecacatan yang lebih berat, bahkan kematian jika dibandingkan dengan penyebab stroke lain,” jelasnya.
Oleh karena itu, dr. Andre mengatakan bahwa deteksi dini dan ketepatan penanganan sangat penting dalam mengatasi kondisi tersebut. Dengan penanganan cepat, maka semakin besar peluang pasien untuk bertahan tanpa kecacatan jangka panjang.
Untuk deteksi dini stroke dengan cepat dapat dilakukan dengan mengenali beberapa gejalanya. Seperti senyum tidak simetris, gerak melemah secara tiba-tiba, bicara yang berantakan, kebas mendadak, rabun mendadak, hingga sakit kepala hebat secara tiba-tiba.
“Jika satu saja dari gejala ini muncul, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit. Kecepatan respons dapat menentukan sejauh mana pasien dapat diselamatkan,” pungkasnya.