JAKARTA - Bagi banyak orang, camilan manis sering menjadi hadiah kecil setelah menjalani aktivitas seharian. Kebiasaan ini sudah tertanam sejak kecil. Makanan gula sebagai bentuk apresiasi atas usaha yang telah dilakukan. Tak heran, camilan manis kerap menjadi penutup hari yang terasa memuaskan.
Namun muncul pertanyaan penting, apakah waktu mengonsumsi makanan manis memengaruhi kesehatan? Jawabannya iya. Ternyata, ada waktu yang lebih baik dan juga waktu dihindari untuk menikmati camilan manis.
Ahli gizi sekaligus penulis, Maya Feller menjelaskan tubuh memiliki proses metabolisme yang perlu bekerja optimal untuk mengolah gula. Karena itu, waktu konsumsi menjadi faktor penting.
“Secara ideal, mengonsumsi camilan manis sebaiknya dilakukan di antara makan siang dan makan malam, dan tidak terlalu larut di malam hari, karena ingat, ada proses metabolisme yang perlu terjadi agar tubuh dapat mengolah gula dengan baik,” ujar Feller, dikutip dari laman Huffpost pada Sabtu, 18 April 2026.
Artinya waktu terbaik untuk menikmati camilan manis adalah di antara makan siang dan makan malam, atau setelah makan utama yang seimbang. Pada waktu tersebut, tubuh masih aktif sehingga mampu memproses gula dengan lebih efisien.
Sebaliknya, mengonsumsi makanan manis di malam hari, terutama menjelang tidur, bukan pilihan yang bijak. Saat tubuh kurang bergerak, kemampuan insulin untuk memindahkan gula dari aliran darah ke dalam sel menjadi kurang optimal.
“Jika Anda langsung berbaring dan tidak banyak bergerak, Anda tidak memberikan bantuan yang dibutuhkan insulin untuk bekerja dengan baik,” jelas Feller.
BACA JUGA:
Jika kebiasaan ini terus dilakukan, tubuh bisa kewalahan dalam mengolah gula. Dampaknya tidak hanya meningkatkan kadar gula darah, tetapi juga berpotensi mengganggu kualitas tidur.
“Mengonsumsi gula sebelum tidur juga dapat membuat lebih sulit untuk tertidur, mengganggu tidur, menurunkan kualitas tidur, serta berkontribusi terhadap resistensi insulin," bebernya.
Meski demikian, bukan berarti gula harus dihindari sepenuhnya. Feller menegaskan gula tetap dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi utama, terutama bagi otak.
“Gula pada dasarnya adalah karbohidrat. Tubuh kita membutuhkannya. Gula adalah sumber energi utama bagi otak kita. Tanpanya, tubuh tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.” ucap Feller.
Kunci utamanya adalah keseimbangan. Mengonsumsi camilan manis dalam jumlah wajar dan pada waktu yang tepat akan membantu tubuh tetap sehat tanpa harus mengorbankan kesenangan kecil dalam hidup.
“Satu hal yang ingin saya tekankan adalah bahwa ini bukan soal semuanya atau tidak sama sekali,” imbuh Feller.
"Jika Anda mengonsumsi sedikit lebih banyak gula dari yang direncanakan, itu bukan berarti semuanya menjadi gagal.” tambahnya.
Jadi, jika ingin menikmati kue atau camilan favorit, pilihlah waktu yang tepat di siang atau sore hari agar tubuh bisa memprosesnya dengan optimal. Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmati rasa manis tanpa harus mengorbankan kesehatan maupun kualitas tidur.