YOGYAKARTA - Asam laktat ternyata bukan biang kerok kelelahan otot seperti yang sering terdengar, melainkan bahan bakar penting dan sinyal biologis yang mendukung kinerja tubuh Anda. Berikut penjelasan tentang peran dan manfaat asam laktat membantu sel, otot, dan organ bekerja lebih baik beserta penjelasan mengenai potensi risiko jika olahraga dilakukan secara berlebihan.
1. Sumber energi sel
Asam laktat adalah bahan bakar penting untuk mendukung produksi energi dalam sel. Ia juga menjadi bahan baku untuk menghasilkan glukosa melalui proses glukoneogenesis. Bahkan, bertindak sebagai molekul sinyal yang membantu sel-sel tubuh saling berkomunikasi mengenai kebutuhan energi dan pemulihan.
2. Bukan penyebab nyeri otot setelah olahraga
Konsep bahwa asam laktat menyebabkan nyeri atau rasa terbakar pasca-olahraga ternyata salah kaprah. Nyatanya, nyeri muncul akibat kerusakan mikro pada serat otot, bukan karena penumpukan asam laktat. Tubuh Anda cepat sekali membuang laktat setelah olahraga, sehingga rasa nyeri yang bertahan biasanya disebabkan regenerasi otot yang sedang berlangsung.
3. Berfungsi sebagai sinyal biologis
Laktat merupakan bentuk ion dari asam laktat yang bersifat sebagai molekul sinyal. Molekul ini bisa memicu respon sistem kekebalan, membantu penyembuhan luka, dan memandu metabolisme di berbagai jaringan. Melansir Cleveland Clinic, Jumat, 29 Agustus, asam laktat bukan sekadar produk buangan saat tubuh beraktivitas, tapi bagian aktif dalam menjaga keseimbangan biologis tubuh.
4. Melindungi performa otot
Rasa terbakar saat latihan intens biasanya muncul akibat akumulasi ion hidrogen (H⁺) dan fosfat anorganik di dalam otot, bukan karena laktat. Ion-ion ini menurunkan pH sel dan mengganggu kontraksi otot. Sedangkan laktat itu sendiri tidak menyebabkan kelelahan, bahkan terkadang bekerja sebagai pelindung pada performa otot, terutama dalam olahraga intensitas tinggi.
BACA JUGA:
Di samping memahami peran dan manfaat penting asam laktat, perlu juga mengetahui apakah asam laktat terkait dengan risiko jika olahraga terlalu banyak? Saat Anda berolahraga sangat keras, tubuh meningkatkan produksi laktat seketika dan sementara waktu. Kondisi ini bersifat normal dan cepat kembali pulih setelah istirahat atau pendinginan. Selama tubuh cukup terhidrasi dan organ seperti hati serta ginjal berfungsi baik, peningkatan laktat tidak berbahaya.
Namun pada kondisi tertentu, seperti gagal jantung, infeksi berat, gangguan hati atau ginjal, serta penggunaan beberapa obat, tubuh mungkin gagal membuang laktat dengan cukup cepat. Inilah yang disebut lactic acidosis, kondisi serius yang bisa membahayakan kesehatan. Dilansir Medical News Today, untuk orang sehat, risiko ini sangat rendah dan biasanya tidak terkait olahraga sehari-hari.
Melalui penjelasan di atas tentang peran dan manfaat asam laktat bagi tubuh, penting dipahami bahwa olahraga ekstrem mungkin dapat memicu peningkatan laktat yang cukup tinggi dalam darah, namun jika dilakukan dalam batas wajar dan tubuh sehat, tidak menyebabkan masalah. Kondisi serius hanya muncul jika tubuh sudah terbebani oleh penyakit atau faktor medis lain bukan karena olahraga itu sendiri. Jadi, olahraga secara teratur dan seimbang justru lebih berdampak positif daripada negatif.