Bagikan:

YOGYAKARTA - Bahu adalah salah satu persendian yang paling sering aktif bergerak. Pergerakan ini tentunya bukan tanpa risiko. Risiko yang sering terjadi antara lain dislokasi bahu. Bahu dapat mengalami dislokasi karena beberapa hal. Penting bagi Anda untuk memeriksakan kondisi bahu dan menerima penanganan yang tepat agar tidak semakin parah dan membuat aktivitas terganggu. Lantas, apa saja ciri-ciri dislokasi bahu? Simak ulasannya di bawah ini.

Pengertian Dislokasi Bahu

Bahu adalah persendian yang terdiri atas bonggol dan rongga yang dangkal. Bonggol ini harus selalu berada di rongga tersebut agar bahu dapat leluasa bergerak. Dislokasi bahu terjadi saat bonggol, yang menjadi bagian dari kepala tulang lengan atas atau humerus, keluar dari rongga yang menjadi wadahnya.

Bahu dapat mengalami dislokasi karena mengalami tarikan kuat. Kasus yang kerap sering terjadi adalah dislokasi ke arah depan. Namun, dislokasi juga memiliki kemungkinan mengarah ke belakang atau bawah, tergantung dari penyebabnya.

Berdasarkan posisi keluarnya bonggol, ada dua macam dislokasi bahu, antara lain:

  • Dislokasi parsial: hanya sebagian bonggol yang keluar dari rongga persendian
  • Dislokasi total: semua bagian bonggol keluar dari rongga persendian

Dislokasi bisa terjadi bersamaan dengan patah tulang. Pembuluh darah dan saraf juga dapat terluka karena dislokasi yang parah sehingga seseorang memerlukan pertolongan medis dengan segera.

Siapa pun yang Berisiko Mengalami Dislokasi Bahu

Dislokasi bahu dapat terjadi pada siapa saja, dari anak-anak hingga orang lanjut usia. Ada beberapa faktor risiko yang menjadikan seseorang berpeluang mengalami dislokasi, antara lain:

Bahu yang mengalami tekanan berulang

Ada risiko dislokasi pada bahu jika sering mengalami tekanan, contohnya pada atlet bisbol, badminton, tenis, dan voli. Tekanan berulang dari aktivitas mengangkat benda berat, bahkan melukis di kanvas, juga memiliki risiko menyebabkan bahu bergeser atau mengalami dislokasi.

Genetik

Beberapa orang mempunyai ligamen bawaan yang longgar di seluruh tubuh, salah satunya bahu. Ligamen bahu yang longgar menjadikan bonggol sulit dipertahankan berada di rongga persendian dan berisiko tinggi mengalami dislokasi.

Peristiwa traumatis

Kejadian traumatis dalam konteks ini mengacu pada peristiwa yang membuat bahu terbentur atau tertabrak. Contohnya ikut dalam olahraga kontak fisik seperti sepak bola atau gulat, terpeleset, dan kecelakaan di jalan.

Ciri-ciri Dislokasi Bahu

Ciri-ciri umum dislokasi bahu dapat kita lihat dari beberapa hal:

  • Rasa nyeri makin terasa saat bahu digerakkan
  • Nyeri hebat yang terasa di bahu dan lengan atas
  • Muncul benjolan di bagian depan atau belakang bahu yang merupakan bonggol persendian
  • Kejang otot yang sangat menyakitkan
  • Mati rasa atau kesemutan di area leher dan bawah lengan
  • Bengkak atau memar

Penyebab

Dislokasi bahu terjadi saat lengan dipaksa keluar dan menjauh dari tubuh, misalnya saat mengayun lengan atau lengan tertubruk hingga bergerak secara paksa karena tubrukan tersebut. Jika ligamen dan tulang rusak, dapat terjadi dislokasi berulang.

Dislokasi berupa bonggol yang keluar ke depan bahu disebut dislokasi anterior. Adapun jika bonggol keluar ke belakang disebut dislokasi posterior. Jenis dislokasi lain yaitu ketika salah satu ligamen yang terhubung dengan bonggol meregang atau robek. Selain itu, masalah pada manset rotator atau tulang bahu dapat mengakibatkan dislokasi.

Demikianlah ulasan mengenai pengertian, ciri-ciri, dan penyebab dislokasi bahu. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+