YOGYAKARTA - Meski menawarkan cara pengoperasian yang lebih praktis, perawatan motor matik pada dasarnya lebih rumit daripada motor bebek atau sport. Hal ini dikarenakan motor matic memanfaatkan transmisi otomatis dari CVT. Oleh karena itu, pemilik motor matic harus mengetahui apa saja ciri-ciri CVT motor matic rusak.
Pengertian CVT
Lantas apa itu CVT pada motor matic? CVT adalah singkatan dari Continuously Variable Transmission yang berfungsi membuat kendaraan dapat berjalan.
Mekanisme CVT yaitu dengan meneruskan putaran dari roda ban ke dalam mesin, sehingga motor dapat bergerak maju.
Ciri-ciri CVT Motor Matic Rusak
Jika tidak segera diperbaiki, motor matic akan menimbulkan berbagai macam kendala misalnya bunyi yang aneh saat motor digunakan hingga kendaraan yang dapat mogok sewaktu-waktu.
Lantas, apa saja tanda atau ciri-ciri CVT motor matik yang mulai bermasalah? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini seperti yang dilansir dari laman resmi Wahana Honda.
Suara atau getaran berisik dari roller
Roller merupakan salah satu komponen dalam CVT yang mempunyai peran besar. Perangkat ini dimanfaatkan untuk mengatur putaran yang dihasilkan oleh mesin dari kecepatan rendah ke tinggi.
Dalam praktiknya, usia penggunaan komponen roller ini hanya bisa digunakan setelah berkendara menempuh jarak 20.000-24.000 km. Umumnya, setelah melebihi jarak total jarak yang ditempuh tersebut, roller akan mulai aus. Sehingga, motor pun akan menimbulkan suara atau getaran yang cukup berisik.
Pulley sudah aus
Kinerja mesin motor yang kurang maksimal juga dapat dipengaruhi oleh komponen pulley atau rumah roller yang bermasalah. Hal ini umumnya disebabkan saat motor terlalu sering membawa beban berlebih saat berkendara sehingga membuat komponen pulley tergerus terlalu sering dan menjadi cepat aus.
Motor kurang bertenaga
Jika sudah terbiasa mengendarai motor, tentu Anda sudah hafal seberapa cepat akselerasi kendaraan Anda.
Salah satu ciri CVT yang rusak dapat menyebabkan kecepatan motor tidak seperti biasanya, bahkan menurun drastis seperti turun mesin.
Tarikan gas motor tidak stabil
Gejala CVT yang mengalami kerusakan juga dapat dikenali dari tarikan gas motor yang terasa bergetar ataupun seperti tersendat.
Masalah ini terjadi karena CVT motor sudah mulai aus. Jika sudah diberi tambahan pelumas CVT tetapi masih belum normal, bisa jadi kerusakan ada di bagian mangkuk kopling CVT dan harus diganti.
Suara decitan di transmisi
Jika terdengar suara decitan dari bagian transmisi saat digunakan berkendara, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh kampas kopling motor yang cenderung mulai aus.
Agar masalah tersebut tidak berkelanjutan, Anda dapat mengatasinya dengan mengganti kampas kopling bekas dengan yang baru.
Adanya bau gosong
Jika kerusakan v-belt sudah terlalu parah, selain mendengar suara bising, Anda juga akan mencium bau sangit ataupun gosong.
Hal ini terjadi karena v-belt sudah rusak yang disebabkan gesekan yang terus-menerus terjadi. Solusinya adalah harus mengganti dengan v-belt yang baru agar tidak menimbulkan masalah yang lebih serius.
Suara berisik dari V-belt
V-belt mempunyai fungsi yang nyaris mirip dengan rantai pada motor bebek. Namun, komponen ini berbentuk seperti sabuk yang berbahan dasar karet. Kerusakan pada V-belt akan menunjukkan tanda-tanda berupa suara berisik yang berasal dari dalam CVT.
Kinerja V-belt yang bermasalah tersebut dapat sangat berpengaruh terhadap kenyamanan berkendara Anda bahkan juga dapat mengganggu kinerja komponen yang lain. Terlebih jika komponen tersebut sudah mulai retak sebab dapat mengalami putus sewaktu-waktu.
Boros bahan bakar
Ciri motor matic yang komponen CVT-nya bermasalah juga akan menjadikan kendaraan lebih boros bensin.
Jika sudah di tahap ini, Anda disarankan langsung membawa skutik ke bengkel agar setiap komponen motor dapat dicek dan mengganti CVT baru.
Dengungan dari komponen CVT
Jika Anda pernah berkendara dan mendengar bunyi dengungan yang cukup keras? Bisa jadi bunyi tersebut bersumber dari masalah yang ada di dalam komponen CVT. Biasanya hal ini disebabkan oleh komponen gear rasio yang sudah mulai aus atau goyah karena faktor dari usia pemakaian.
Nah, gear rasio yang aus tersebut bisa jadi disebabkan oli yang jarang Anda ganti, sehingga kinerja gear menjadi terhambat dan menyebabkan gesekan antar komponen menjadi terasa berat. Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda selalu rutin melakukan penggantian oli setiap 2 bulan sekali.
BACA JUGA:
Oli motor bocor
Kebocoran oli motor juga dapat menjadi indikasi CVT motor telah rusak. Terlebih jika belum lama ini Anda baru saja service motor.
Demikianlah ulasan mengenai ciri-ciri CVT motor matic rusak. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.