Bagikan:

YOGYAKARTA - Banyak orang belum menyadari bahwa konsumsi air mentah bisa membahayakan kesehatan jika dikonsumsi. Es batu dari air yang tidak dimasak berisiko mengandung bakteri dan kuman berbahaya. Penting untuk mengenali tanda-tandanya sebelum mencampurkannya ke dalam minuman.

Kebiasaan menikmati minuman dingin memang menyegarkan, apalagi di cuaca panas. Namun, tidak semua es batu aman. Jika asal pilih, risiko sakit perut, diare, hingga infeksi bisa mengintai. Karena itu, memahami perbedaan es batu matang dan mentah sangatlah penting.

Ciri-Ciri Es Batu Air Mentah

Moore or Less Cooking Blog melalui akun Facebook menjelaskan beberapa perbedaan es batu dari air mentah dan direbus. Pertama, es batu dari air keran sering terlihat keruh, sementara es batu dari air yang sudah direbus justru bening dan jernih.

Melalui unggahannya, perbedaan ini terjadi karena adanya udara terlarut dan mineral di dalam air. Berikut ini penjelasannya secara ilmiah:

  • Saat air keran dibekukan, kotoran dan gelembung udara terperangkap di dalam es sehingga tampilannya keruh.
  • Sebaliknya, merebus air sebelum dibekukan membantu mengeluarkan gas terlarut serta mengurangi kandungan mineral, sehingga es batu yang dihasilkan lebih jernih dan menarik.

Trik sederhana ini membuktikan bagaimana perubahan kecil bisa memberikan hasil yang besar. Menariknya, hanya dengan merebus air, proses pembekuan bisa berubah begitu signifikan.

Bukan hanya soal tampilan, es batu yang lebih jernih juga mencair lebih lambat sehingga minuman tetap dingin lebih lama. Jadi, kalau ingin mendapatkan es batu yang sempurna, coba rebus airnya terlebih dahulu.

Baca juga artikel yang membahas 7 Efek Samping Mengompres Wajah dengan Es Batu, Apa Saja?

Mengapa air yang direbus menghasilkan es batu bening, sedangkan air biasa membuat es batu keruh?

Beberapa kontributor di Quora menjelaskan jika kejernihan es batu dipengaruhi oleh kandungan gas terlarut dan zat pengotor dalam air. Inilah alasannya mengapa air yang direbus cenderung menghasilkan es batu lebih bening dibanding air mentah atau air biasa. Lebih lengkapnya, berikut beberapa poinnya:

  • Gas Terlarut

Air keran biasanya mengandung gas terlarut seperti oksigen dan nitrogen. Saat air direbus, gas-gas ini akan keluar. Ketika kemudian dibekukan, air yang sudah direbus memiliki lebih sedikit gas terlarut sehingga es yang terbentuk tampak lebih jernih.

  • Zat Pengotor

Air mentah bisa mengandung mineral atau kotoran lain yang akan terperangkap di dalam es saat membeku. Karena pembekuan di cetakan es berjalan lambat, kotoran ini terkonsentrasi di bagian yang membeku terakhir, sehingga membuat es tampak keruh. Air yang direbus lebih murni sehingga menghasilkan es lebih bening.

  • Proses Pembekuan

Cara air membeku juga mempengaruhi kejernihan. Jika air membeku dari atas ke bawah, kotoran akan terdorong ke bawah sehingga bagian atas es lebih bening. Maka dengan merebus air lalu membekukannya dengan cepat dapat membantu menghasilkan pembekuan yang lebih merata dan mengurangi kekeruhan.

Kesimpulannya, merebus air membantu mengeluarkan gas terlarut sekaligus mengurangi kotoran, sehingga es batu yang terbentuk jauh lebih bening dan terlihat lebih segar.

Selain pembahasan mengenai ciri ciri es batu air mentah, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di  VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami!