JAKARTA - Makanan basi sering kali dianggap sepele. Teksturnya mungkin sedikit berbeda, rasanya agak aneh, tapi banyak orang tetap mengonsumsinya dengan alasan 'sayang kalau dibuang'. Padahal, tidak semua makanan basi aman dimakan, apalagi jika sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Makanan basi adalah makanan yang mengalami perubahan tekstur, rasa, atau aroma akibat proses kimia alami dan paparan lingkungan. Misalnya, roti menjadi keras karena kehilangan kelembapan, atau keripik yang melempem karena menyerap uap air dari udara.
Menurut ahli pangan, makanan basi belum tentu berbahaya. Tekstur dan rasa mungkin berubah, tetapi selama tidak ada tanda pembusukan atau jamur, makanan basi umumnya masih aman dikonsumsi. Namun, bila ada jamur atau bau tengik, sebaiknya segera dibuang.
Meskipun kadang masih aman, mengonsumsi makanan basi dalam kondisi tertentu bisa memberikan efek buruk bagi tubuh. Berikut 4 efek mengonsumsi makanan basi, seperti dilansir dari laman WebMD.
1. Gangguan Pencernaan
Makanan basi yang sudah mulai ditumbuhi jamur atau terkontaminasi bakteri bisa menyebabkan mual, muntah, sakit perut, hingga diare. Jamur biasanya tumbuh di makanan lembut seperti roti, selai, atau buah.
2. Reaksi Alergi
Spora jamur yang menempel pada makanan bisa memicu reaksi alergi pada sebagian orang, terutama yang sensitif. Gejalanya antara lain gatal-gatal, bersin, atau sesak napas.
3. Risiko Keracunan Makanan
Jika makanan basi sudah terkontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella atau E. coli, maka risikonya bisa lebih serius.
"Bakteri ini dapat berkembang biak di lingkungan lembap dan menyebabkan keracunan makanan," ungkap laporan Food Safety Authority.
BACA JUGA:
4. Penurunan Nutrisi
Makanan yang sudah melewati masa simpannya biasanya mengalami penurunan kualitas gizi. Vitamin tertentu bisa berkurang, dan teksturnya tidak lagi enak disantap.
Tanda-Tanda Makanan Harus Dibuang
Agar tidak salah, perhatikan tanda-tanda makanan yang sudah tidak layak konsumsi, diantaranya:
- Ada jamur yang terlihat jelas.
- Bau berubah menjadi tengik atau asam.
- Tekstur menjadi lengket atau berlendir, terutama pada daging.
- Warna berubah drastis dari bentuk aslinya.