Bagikan:

JAKARTA - Depresi adalah gangguan suasana hati yang menyebabkan perasaan sedih berkepanjangan dan hilangnya minat terhadap berbagai aktivitas. Dikenal juga sebagai gangguan depresi mayor atau depresi klinis, kondisi ini dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, merasa, berperilaku, serta menimbulkan berbagai masalah emosional dan fisik.

Depresi bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa sulit dilakukan, bahkan dalam beberapa kasus, penderitanya merasa hidup tidak lagi berarti. Depresi bukan sekadar rasa sedih biasa dan bukan tanda kelemahan. Kondisi ini tidak bisa diatasi hanya dengan berusaha lebih kuat atau berpikir positif.

Depresi sering kali memerlukan perawatan jangka panjang. Namun, jangan putus asa, banyak orang depresi dapat merasa lebih baik dengan pengobatan, terapi psikologis, atau kombinasi keduanya.

Gejala Depresi

Dilansir dari laman Mayo Clinic, depresi bisa terjadi sekali dalam seumur hidup, tetapi sebagian besar orang mengalaminya dalam beberapa waktu. Gejalanya berlangsung hampir setiap hari dan bisa mencakup:

- Perasaan sedih, hampa, atau putus asa

- Mudah marah, frustrasi, atau mengalami ledakan emosi, bahkan terhadap hal kecil

- Kehilangan minat atau kesenangan dalam aktivitas yang biasa dinikmati, seperti hobi, olahraga, atau seks

- Gangguan tidur, seperti insomnia atau tidur berlebihan

- Merasa lelah dan kekurangan energi, sehingga aktivitas ringan pun terasa berat

- Perubahan nafsu makan, baik kehilangan selera makan hingga penurunan berat badan, atau justru makan berlebihan yang menyebabkan kenaikan berat badan

- Rasa cemas, gelisah, atau tidak tenang

- Lambat dalam berpikir, berbicara, atau bergerak

- Merasa tidak berharga atau diliputi rasa bersalah, sering terjebak dalam pikiran tentang kegagalan masa lalu atau menyalahkan diri sendiri

- Kesulitan berkonsentrasi, mengingat, atau mengambil keputusan

- Munculnya pikiran tentang kematian, bunuh diri, atau percobaan bunuh diri

- Keluhan fisik tanpa penyebab yang jelas, seperti nyeri punggung atau sakit kepala

Pada banyak orang, gejala-gejala ini cukup parah hingga mengganggu pekerjaan, sekolah, kehidupan sosial, atau hubungan pribadi. Beberapa orang mungkin merasa terus-menerus tidak bahagia tanpa tahu penyebabnya.

Depresi pada Anak-Anak dan Remaja

Gejala depresi pada anak-anak dan remaja umumnya mirip dengan orang dewasa, tetapi bisa memiliki perbedaan tertentu.

- Pada anak-anak

Gejala bisa berupa kesedihan, mudah marah, terlalu melekat pada orang tua, rasa cemas berlebihan, sering mengeluh sakit tanpa sebab jelas, menolak pergi ke sekolah, atau mengalami penurunan berat badan.

-Pada remaja

Gejala mungkin mencakup perasaan sedih, mudah tersinggung, merasa tidak berharga atau negatif terhadap diri sendiri, marah, prestasi akademik yang menurun, sering bolos sekolah, merasa tidak dipahami, sangat sensitif, menggunakan alkohol atau narkoba, makan atau tidur berlebihan, melukai diri sendiri, kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya disukai, dan menghindari interaksi sosial.

- Lansia

Depresi bukan bagian normal dari proses penuaan, tetapi sering kali tidak terdiagnosis dan tak mendapatkan pengobatan yang semestinya pada orang tua. Lansia mungkin enggan mencari bantuan atau tidak menyadari bahwa mereka mengalami depresi.

Gejala depresi pada lansia bisa lebih sulit dikenali dan sering kali berbeda, seperti:

- Gangguan ingatan atau perubahan kepribadian

- Keluhan nyeri fisik tanpa penyebab medis yang jelas

- Kelelahan, kehilangan nafsu makan, gangguan tidur, atau hilangnya minat terhadap seks yang tidak berkaitan dengan kondisi medis atau obat-obatan

- Enggan keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain

- Pikiran atau keinginan untuk bunuh diri, terutama pada pria lanjut usia

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda merasa mengalami gejala depresi, segera buat janji dengan dokter atau profesional kesehatan mental. Jika Anda ragu untuk mencari bantuan, cobalah berbicara dengan teman, keluarga, pemuka agama, atau seseorang yang dipercaya.

Jika Anda berpikir untuk menyakiti diri sendiri atau mencoba bunuh diri, segera hubungi layanan darurat setempat atau layanan bantuan krisis. Beberapa langkah yang dapat dilakukan jika Anda memiliki pikiran untuk bunuh diri:

- Hubungi dokter atau profesional kesehatan mental.

- Hubungi hotline bunuh diri atau layanan bantuan krisis.

- Ceritakan kondisi Anda kepada teman atau anggota keluarga terdekat.

- Berbicara dengan pemuka agama atau seseorang di komunitas kepercayaan Anda.

Jika ada orang terdekat yang menunjukkan tanda-tanda ingin bunuh diri atau telah mencoba melakukannya, pastikan seseorang selalu mendampingi mereka dan segera hubungi layanan darurat. Jika memungkinkan, bawa orang tersebut ke rumah sakit terdekat.