JAKARTA - Media sosial ramai membicarakan sebuah video viral yang menunjukkan para siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidur siang di sekolah. Video tersebut dibagikan melalui akun Instagram @smpn39sbyofficial.
Dalam video itu, para siswa tampak membawa bantal dan boneka, tidur di lantai kelas dengan alas tikar. Siswa laki-laki dan perempuan tidur di area yang terpisah. Setelah ditelusuri, kegiatan ini ternyata merupakan bagian dari program yang diadakan oleh sekolah tersebut.
"Mengapa tidur siang itu penting? Tidur siang memiliki banyak manfaat, lho! Durasi ideal tidur siang antara 10-60 menit dan waktu terbaik dilakukan antara pukul 13.00 hingga tidak lebih dari pukul 15.00," tulisnya, dikutip VOI dari akun Instagram @smpn39sbyofficial pada Rabu, 22 Januari 2025.
"Manfaat tidur siang antara lain membuat otak jadi fokus belajar, membuat tubuh tumbuh kuat, memperbaiki sel-sel yang rusak, mengoptimalkan daya ingat, dan menjaga daya tahan tubuh.Oleh karena itu, kegiatan tidur siang bersama menjadi salah satu program unggulan di SMPN 39 Surabaya," tambahnya.
Tidur siang bukan sekadar untuk melepas lelah, namun juga memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Tidur siang memiliki banyak manfaat, terutama bagi anak-anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan yang cepat. Selain memberikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat, tidur siang juga memiliki manfaat lain yang penting.
Selain makan dan minum, tidur juga adalah kebutuhan yang harus terpenuhi. Kurang tidur tidak hanya menjadikan tubuh tidak bugar, tetapi juga menghambat perkembangan anak. Laju pertumbuhan tubuh anak yang terbiasa tidur siang dan tidak sangat berbeda.
Ketika kebiasaan tidur siang telah terbentuk, anak akan lebih mudah melakukannya tanpa harus dipaksa. Bahkan, orang tua tidak perlu repot-repot membujuk anak untuk tidur siang. Umumnya, waktu tidur siang anak adalah sekitar satu jam.
Dilansir dari laman Kemenkes, tidur siang memiliki berbagai manfaat yang penting untuk kesehatan tubuh dan pikiran, di antaranya:
1. Menjaga keseimbangan mental, emosional, dan fisik.
2. Mengurangi aktivitas paru-paru dan meningkatkan energi untuk memperbaiki sel-sel tubuh.
Secara umum, tidur memiliki dua efek fisiologis utama, yaitu:
1. Efek pada sistem saraf:
- Membantu memulihkan kepekaan normal dan menjaga keseimbangan di antara berbagai susunan saraf.
2. Efek pada struktur tubuh:
- Memulihkan kesegaran dan fungsi organ tubuh, karena selama tidur terjadi penurunan aktivitas tubuh yang memungkinkan pemulihan.
SEE ALSO:
Kebutuhan tidur pada anak
Durasi tidur yang dibutuhkan anak-anak bervariasi berdasarkan usia dan faktor individu lainnya. Berikut adalah rekomendasi jumlah tidur yang disarankan untuk anak-anak dari bayi hingga remaja:
1. Bayi usia 4-12 bulan: 12 - 16 jam per 24 jam (termasuk tidur siang).
2. Anak usia 1-2 tahun: 11 - 14 jam per 24 jam (termasuk tidur siang).
3. Anak usia 3-5 tahun: 10 - 13 jam per 24 jam (termasuk tidur siang).
4. Anak usia 6-12 tahun: 9 - 12 jam per 24 jam.
5. Remaja usia 13-18 tahun: 8 - 10 jam per 24 jam.
Faktor yang memengaruhi tidur
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang antara lain, umur, penyakit, latihan fisik dan kelelahan, emosi dan stres psikologis, lingkungan tidur, penggunaan obat-obatan, makanan dan minuman, dan motivasi atau kebutuhan tidur.