Bagikan:

YOGYAKARTA – Kopi merupakan salah satu minuman mengandung kafein yang paling sering diminum sehari-hari selain teh dan cokelat. Perlu diketahui, kafein ialah psikostimulan atau senyawa yang merangsang aktivitas otak dan paling banyak dikonsumsi di dunia. Meskipun pada kondisi sehat kopi sebagai salah satu minuman berkafein aman diminum dengan frekuensi dan takaran tertentu, tetapi kopi bisa berinteraksi dengan jenis obat berikut dibawah ini.

1. Obat flu atau alergi

Obat yang mengatasi hidung tersumbat karena flu, adalah Sudafed atau pseudoefedrin. Pseudoefedrin merupakan stimulan yang bila diminum tanpa jeda waktu dengan kafein, dapat menghasilkan efek ganda sehingga membuat lebih gelisah dan mudah tersinggung. Melansir Health, Senin, 20 Januari, penelitian menunjukkan menggabungkan pseudoefedrin dengan kafein dapat meningkatkan gula darah dan suhu tubuh yang dapat berbahaya bagi penderita diabetes. Pakar memberikan saran, hindari kafein saat harus minum obat flu atau alergi. Atau beri jeda setidaknya 5-6 jam.

2. Pil KB

Pil KB oral, seperti Micronor (norethindrone) atau Sprintec (norgestimate/ethinyl estradiol) adalah obat yang diminum untuk mencegah kehamilan. Penelitian menunjukkan, penggunaan kontrasepsi oral dapat menggandakan waktu paruh kafein sehingga kafein bertahan dua kali lebih lama. Biasanya, ini bikin insomnia, gelisah, dan tidak nyaman pada perut.

3. Antidepresan

Obat-obatan untuk mengobati depresi, umumnya diberikan atas resep ahli. Di antaranya Lexapro (escitalopram), Elavil (emitriptyline), dan Tofranil (imipramine). Menurut penelitian, kafein membentuk kompleks dengan escitalopram saat digunakan bersama-sama. Kompleks ini dapat menurunkan jumlah escitalopram dan mengurangi efektivitasnya. Pada imipramine, kafein dapat meningkatkan efeknya. Sedangkan pada amitriptyline, dapat meningkatkan risiko efek samping seperti sembelit, pusing, mulut kering, dan mengantuk.

obat yang berinteraksi dengan kopi
Ilustrasi obat yang berinteraksi dengan kopi (Freepik)

4. Antibiotik

Antibiotiik adalah obat-obatan yang membunuh bakteri dan menghambat pertumbuhannya. Antibiotik jenis tertentu, menurut penelitian berinteraksi dengan kafein. Antibiotik seperti Avelox (moxifloxacin), Noroxin (norfloxacin), Cipro (ciprofloxacin), dan Chloromycetin (chloramphinecol) aksinya akan menurut kalau diminum bersamaan dengan kopi. Jadi obat ini pada akhirnya enggak efektif melawan infeksi.

5. Obat pengencer darah

Obat pengencer darah seperti aspirin, Plavix (clopidogrel), dan warfarin (merek seperti Coumadin dan Jantoven) mencegah darah menggumpal. Penyedia layanan kesehatan mungin merekomendasikan pengencer darah jika Anda memiliki kondisi jantung atau darah seperti stroke atau untuk mengurangi risiko pembekuan darah setelah operasi.

Salah satu efek samping pengencer darah yang paling umum adalah pendarahan. Sama seperti pengencer darah, kafein dapat memperlambat pembekuan darah. Mengonsumsi kafein dengan obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko memar dan pendarahan.

6. Obat tekanan darah

Kafein mungkin tidak berinteraksi secara langsung dengna obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah, tetapi dapat mengurangi efeknya, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Dua jenis obat penurun tekanan darah yang terpengaruh oleh interaksi ini adalah beta-blocker (propranolol, yang dikenal sebagai Inderal) dan diuretic (furosemide, yang dikenal dengan Lasix). Kafein dapat menentang obat-obatan ini sehingga efektivitasnya menurun dalam menurunkan tekanan darah.

7. Obat osteoporosis

Kopi dan minuman berkafein lainnya dapat menurunkan penyerapan obat osteoporosis oral, seperti risedronat dan alendronat sehingga obat ini kurang efektif. Penelitian juga menunjukkan, konsentrasi kafein yang tinggi dapat mengganggu penyerapan kalsium yang mendukung kesehatan. Saran pakar, orang yang rentan terhadap osteoporosis harus menghindari kafein sama sekali.

Itulah tujuh jenis obat yang dapat berinteraksi dengan kopi. Seperti saran pakar yang dijelaskan di atas, bahwa minum kopi perlu berjarak supaya efektivitas obat tidak menurun atau menimbulkan efek samping lain pada kesehatan tubuh.