Bagikan:

JAKARTA - Pagi sering identik dengan aroma kopi yang menggoda, sebuah ritual yang bagi banyak orang menjadi bagian dari memulai hari. Namun, di balik nikmat dan semangat yang dibawa secangkir kopi, ternyata terdapat potensi interaksi yang mengejutkan ketika kopi dikombinasikan dengan obat-obatan tertentu. Beberapa obat bisa kehilangan efektivitasnya, bahkan risiko efek samping bisa meningkat, sebuah hal penting yang layak diketahui siapa pun yang rutin minum kopi sambil mengonsumsi obat.

Bagi Anda yang atau orang terdekat mengonsumsi obat, baik untuk tiroid, asma, osteoporosis, maupun kondisi kronis lain berhati-hatilah sebelum meneguk kopi di pagi hari. Berikut sejumlah jenis obat yang tidak boleh diminum bersama kopi serta alasan ilmiahnya, melansir laman WebMD, Selasa, 2 Desember. 

Obat untuk tiroid, seperti Levothyroxine, menjadi salah satu contoh paling umum. Jika dikonsumsi bersamaan dengan kopi, penyerapan obat di dalam tubuh bisa berkurang drastis bahkan hingga lebih dari 50 persen. Artinya, tubuh menerima jauh lebih sedikit hormon tiroid dari yang dibutuhkan, dan efek pengobatan pun bisa melambat atau tidak optimal.

Selanjutnya, obat-obatan untuk osteoporosis seperti Alendronate atau Risedronate juga termasuk. Obat dari golongan bisfosfonat ini idealnya diminum hanya dengan air putih, bukan kopi atau minuman lainnya. Mengonsumsi kopi bersama obat ini dapat menghambat penyerapan sehingga efektivitasnya menurun, sehingga tujuan memperkuat tulang menjadi kurang maksimal.

Kemudian ada obat-obatan bagi penderita asma atau alergi. Banyak obat pilek, alergi, atau bronkodilator mengandung stimulan seperti Pseudoephedrine. Karena kopi juga mengandung kafein, stimulan alami, mencampur keduanya dapat memperkuat efek stimulan: tubuh bisa merasakan gejala seperti jantung berdebar, gelisah, atau sulit tidur. Oleh karena itu, disarankan untuk menghindari kopi jika sedang mengonsumsi obat golongan ini.

Selain itu, obat untuk tekanan darah dapat terpengaruh bila diminum bersamaan kopi. Kafein dapat mengganggu penyerapan beberapa jenis obat antihipertensi, sehingga khasiatnya menjadi berkurang. Bagi penderita hipertensi, hal ini bisa menghambat pengendalian tekanan darah.

Tak kalah penting, bagi pengguna obat jiwa, seperti antidepresan dan antipsikotik, perlu berhati-hati. Kopi dapat memengaruhi metabolisme obat, menjadikannya tidak terserap secara optimal atau malah memperkuat efek samping kafein: misalnya kecemasan, gelisah, hingga gangguan tidur.

Di sisi lain, kandungan kafein dalam kopi juga dapat memperlambat kemampuan darah untuk membeku. Maka, jika Anda mengonsumsi obat pengencer darah (antikoagulan), mencampur kopi bisa meningkatkan risiko perdarahan atau memar.

Bukan berarti Anda harus berhenti minum kopi sama sekali, tetapi penting untuk bijak dalam menentukan waktu. Banyak para ahli menyarankan: beri jeda antara waktu minum obat dan minum kopi, atau konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk memastikan aman bila Anda ingin menikmati kopi.

Dengan memahami potensi interaksi ini, Anda bisa tetap menikmati kopi tanpa mengorbankan efektivitas pengobatan, selama dilakukan dengan penuh kesadaran.