Bagikan:

YOGYAKARTA - Minum obat setelah minum susu seringkali menjadi pertanyaan bagi banyak orang. Meskipun secara umum tidak masalah, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Kandungan dalam susu, terutama kalsium, dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat dan mengurangi efektivitasnya. Lantas, obat apa saja yang sebaiknya dihindari dikonsumsi bersamaan dengan susu? Mari kita bahas lebih lanjut.

Waspada Minum Obat Setelah Minum Susu

Dilansir dari laman Siloam Hospital, perlu diperhatikan bahwa tidak semua obat aman dikonsumsi bersamaan dengan susu karena dapat mempengaruhi kesehatan Anda.

Kalsium yang terkandung dalam susu dapat mengikat beberapa jenis obat, seperti antibiotik, obat osteoporosis (misalnya alendronate), obat gangguan bipolar (lithium), dan obat HIV (dolutegravir).

Lantas apa yang terjadi ketika minum susu kemudian minum obat? Akibatnya, penyerapan obat di dalam tubuh menjadi terganggu dan efektifitasnya berkurang.

Selain itu, obat antihipertensi jenis thiazide dan suplemen zat besi juga sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan susu.

Kemudian yang menjadi perhatian adalah jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tersebut, sebaiknya tanyakan kepada dokter atau apoteker mengenai jarak waktu yang aman antara konsumsi susu dan obat.

Dilansir dari laman Health, berikut ini beberapa penjelasan mengapa obat-obatan di atas sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan konsumsi susu:

  • Obat Tiroid

Levothyroxine, digunakan untuk mengobati hipotiroidisme, dan harus diminum saat perut kosong. Perlu diketahui, produk susu atau suplemen kalsium dapat mengurangi penyerapan obat ini. FDA menyarankan menunggu empat jam setelah konsumsi obat sebelum mengonsumsi produk susu.

  • Antibiotik

Antibiotik diketahui efektif melawan infeksi bakteri, namun tidak bekerja untuk virus seperti flu. Banyak antibiotik berinteraksi negatif dengan kalsium dari susu, mengurangi efektivitasnya. Untuk itu, beri jarak setidaknya dua jam antara antibiotik dan produk susu.

Baca juga artikel yang membahas Sistem Rujukan BPJS Terbaru dan Alurnya

  • Suplemen Zat Besi

Suplemen zat besi untuk anemia paling baik diserap saat perut kosong. Namun, jika menyebabkan sakit perut, dapat diminum dengan makanan, tetapi hindari produk susu tinggi kalsium. Beri jeda dua jam antara konsumsi zat besi dan susu.

  • Obat Osteoporosis

Obat bisphosphonates (seperti Actonel, Fosamax, Boniva) digunakan untuk memperkuat tulang pada penderita osteoporosis. Kalsium dari produk susu atau makanan lain dapat mengurangi penyerapan obat ini.

Sebaiknya, tunggu beberapa jam setelah minum obat ini sebelum mengonsumsi produk susu.

  • Lithium

Lithium digunakan untuk gangguan bipolar dan dapat menyebabkan penumpukan kalsium dalam tubuh jika digunakan jangka panjang. Maka penting untuk mendiskusikan dengan dokter apakah konsumsi produk susu perlu dikurangi atau diatur waktunya.

  • Obat HIV

Dolutegravir, antiretroviral untuk HIV/AIDS, dapat dikonsumsi dengan suplemen kalsium jika diambil bersamaan dengan makanan.

Meskipun demikian, tanpa makanan konsumsi obat ini harus dijeda dua jam sebelum atau enam jam setelah produk susu untuk memastikan efektivitasnya.

Jika Anda mengonsumsi salah satu obat di atas, maka sebaiknya konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda tentang cara mengatur waktu konsumsi obat dan makanan Anda.

Dalam banyak kasus, Anda tetap bisa menikmati makanan berbasis susu seperti susu, keju, yogurt, dan es krim, tetapi perlu mengatur waktunya dengan tepat.

Jika Anda memilih untuk mengonsumsi suplemen kalsium atau multivitamin yang mengandung kalsium, diskusikan terlebih dahulu dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Mereka dapat memberikan rekomendasi khusus sesuai kebutuhan Anda.

Selain minum obat setelah minum susu, ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Ingin tahu informasi menarik lainnya? Jangan ketinggalan, pantau terus kabar terupdate dari VOI dan follow semua akun sosial medianya!