YOGYAKARTA – Hari Raya Idulfitri identik dengan makanan berlemak seperti opor ayam, sambal goreng ati, rendang, serta aneka minuman manis. Konsumsi makanan tersebut secara berlebih bisa membuat berat badan naik. Untungnya, terdapat tips atau cara mencegah berat badan naik saat lebaran yang bisa Anda praktikkan.

Untuk menjaga berat badan tetap stabil, Anda perlu mengatur pola makan, membatasi asupan gula, dan rutin berolahraga. Yuk, simak tips-tipsnya dalam artikel berikut ini.

Cara Mencegah Berat Badan Naik saat Lebaran

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kenaikan berat badan saat lebaran:

  1. Membatasi Asupan Kalori

Momen lebaran sering dimanfaatkan untuk berkumpul dengan keluarga dan orang terkasih. Biasanya, momen ini dilengkapi dengan aneka sajian nikmat dan menggugah selera. Akan tetapi, sebagian besar makanan yang dihidangkan, tinggi kalori. Untuk itu, jangan sampai Anda menjadi kalap dan menyantam semua hidangan tersebut.

Jika tidak ingin berat badan naik, Anda haarus membatasi asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh Anda dengan tidak makan berlebihan.

Jika ingin bersilaturahmi ke rumah saudara, sebaiknya sempatkanlah untuk sarapan terlebih dahulu. Dengan begitu, perut Anda menjadi kenyang sehingga porsi makan yang akan dikonsumsi di rumah saudara bisa lebih terkontrol.

  1. Batasi konsumsi makanan bersantan

 Cara cegah kenaikan berat badan saat lebaran yang kedua adalah membatasi konsumsi makanan bersantan, seperti rendang dan opor. Kedua hidangan ini memang sangat sulit dihindari, sebab termasuk hidangan wajib saat lebaran.

Akan tetapi, perlu dingat bahwa makanan bersantan termasuk makanan tinggi kalori dan mengandung lemak jenuh atau kolesterol jahat. Jika Anda mengonsunsi makanan ini secara berlebih, berat badan Anda akan melonjak drastis. 

  1. Perbanyak konsumsi serat

Untuk mencegah lonjakan berat badan, pastikan selama lebaran Anda tetap mengonsumsi serat yang berasal daru sayur-sayuran dan buah-buahan.

Menurut riset yang dilakukan para ahli, serat dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dan menekan nafsu makan. Oleh sebab itu, jika asupan serat terpenuhi, Anda dapat menahan diri melahap semua makanan yang tersedia saat lebaran.

  1. Kurangi camilan dan minuman manis

Camilan manis seperti kue nastar, kue putri salju, kue semprit, dan aneka minuman manis memang bisa memanjakan lidah dan sangat nikmat dikonsumsi berkali-kali. Akan tetapi, semua camilan dan minuman terseut mengandung gula yang tinggi, sehingga beresiko menambah berat badan jika dikonsumsi berlebihan. Oleh sebab itu, penting untuk membatasi camilan dan minuman manis saat lebaran.

  1. Rutin Berolahraga

Cara mencegah berat badan naik yang lainnya adalah dengan rutin berolaahraga. Meski sedang libur panjang, jangan lupa untuk berolahraga, tidak harus yang berat.

Anda bisa melakukannya dengan berjalan kaki atau olahraga ringan lainnya selama 15 menit. Lakukan tips ini secara rutin agar berat badan Anda tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

  1. Perbanyak konsumsi buah dan air putih

Di sela-sela menyantap hidangan lebarann, lengkapi juga dengan mengonsumsi buah-buahan. Konsumsi buah yang Anda sukai dan makanlah di pagi hari sebelum sarapan.

Selain itu, pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih setidaknya delapan gelas per hari. Pasalnya, air putih bisa membantu mengenyangkan perut dan melarutkan lemak yang membandel.

  1. Tidur yang cukup

Tidur yang cukup ternyata bisa memberikan dampak signifikan pada pengendalian berat badan. Kurang tidur bisa meningkatkan hormon ghrelin, yakni hormon yang meningkatkan nafsu makan.

Kurang tidur juga dapat menurunkan hormon leptin yang berfungsi menekan rasa lapar. Untuk itu, mulai sekarang biasakan tidur cukup, supaya nda tidak makan terlalu baanyak saat lebaran nanti.

Demikian informasi tentang cara mencegah berat badan naik saat lebaran. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.


The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)