YOGYAKARTA - Salat tasbih menjadi salah satu amalan sunnah yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Namun, sebenarnya salat tasbih berapa rakaat? Agar bisa mengerjakan dengan maksimal, simak penjelasan dan tata cara salat tasbih dua dan empat rakaat secara lengkap di bawah ini.
Dikutip dari buku 'Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar', dijelaskan bahwa salat tasbih menjadi salat yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW minimal dilaksanakan sekali dalam seumur hidup. Kenapa disebut dengan salat tasbih? Sebab dalam pelaksanaannya ada banyak bacaan tasbih.
Dalam laman resmi Nahdlatul Ulama, dijelaskan lebih lanjut bahwa salat tasbih menjadi salah satu amalan sunnah yang bisa dilakukan oleh seorang muslim di malam Nisfu Syaban. Dalam riwayat dijelaskan bahwa salat tasbih diajarkan Rasulullah SAW kepada pamannya, Sayyidina Abbas r.a. sebagai ibadah untuk meminta ampunan kepada Allah SWT.
Waktu Mustajab Menunaikan Salat Tasbih
Masih diambil dari buku sebelumnya, disebutkan bahwa salat tasbih dapat dikerjakan pada malam hari ataupun siang hari. Seorang muslim bisa mengerjakannya sebanyak empat rakaat.
Masih dikutip dari laman Nahdlatul Ulama, sebagian kalangan ulama menjelaskan bahwa salat tasbih lebih utama dilakukan pada malam Nisfu Syaban. Jumlah rakaat salat tasbih yang dianjurkan juga sebanyak empat rakaat. Aturan untuk mendirikan salat ini adalah empat rakaat dengan dua kali salam di malam hari, sedangkan di siang hari empat rakaat sekali salam atau dua rakaat sekali salam.
Cara Mengerjakan Salat Tasbih
Pada dasarnya, tata cara salat tasbih sama seperti salat sunnah pada umumnya. Namun, hal yang menjadi pembeda adalah adanya tambahan bacaan tasbih yang diwiridkan pada jumlah tertentu. Bacaan tasbih yang dimaksud adalah sebagai berikut:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
"Subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar."
Tata Cara Salat Tasbih Dua dan Empat Rakaat
Salat tasbih dapat dikerjakan empat rakaat dengan masing-masing dua rakaat sekali salam di malam hari atau dua rakaat sekali salam di siang hari. Lalu bagaimana tata cara mengerjakannya? Mengenai hal ini, Ibnu Hajar Al-Haitami telah menyampaikan melalui kitabnya Al-Minhâjul Qawîm:
و صلاة التسبيح وهي أربع ركعات يقول في كل ركعة بعد الفاتحة والسورة: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، زاد في الإحياء: ولا حول ولا قوة إلا بالله خمس عشرة مرة وفي كل من الركوع والاعتدال وكل من السجدتين والجلوس بينهما والجلوس بعد رفعه من السجدة الثانية في كل عشرة فذلك خمس وسبعون مرة في كل ركعة
Artinya: "Dan (termasuk salat sunnah) adalah salat tasbih, yaitu salat empat rakaat di mana dalam setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya membaca kalimat 'subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar'-di dalam kitab Ihyâ ditambahi 'wa lâ haulâ wa lâ quwwata illâ billâh'-sebanyak 15 kali, dan pada tiap-tiap rukuk, itidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk setelah sujud yang kedua masing-masing membaca (kalimat tersebut) sebanyak 10 kali. Maka itu semua berjumlah 75 kali dalam setiap satu rakaat" (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203). [3]
Jika merujuk dari penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa tata cara mendirikan salat tasbih dua rakaat dengan satu kali salam yaitu:
- Membaca niat terlebih dahulu. Berikut bacaan niat salat tasbih:
- أصَلِّي سُنَّةَ التَسْبِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
- "Ushalli sunnatat tasbihi ra'ataini lillahi ta'ala."
- Artinya: "Saya niat shalat tasbih dua rakaat karena Allah."
- Takbiratul ikhram.
- Membaca doa iftitah.
- Membaca Surat Al-Fatihah dan diteruskan dengan surat lainnya.
- Sebelum rukuk, membaca kalimat tasbih sebanyak 15 kali, selanjutnya diteruskan dengan rukuk yang diiringi bacaan doa rukuk.
- Sebelum bangun untuk itidal, kembali membaca kalimat tasbih sebanyak 10 kali, kemudian dilanjutkan dengan itidal yang diiringi dengan bacaan doa itidal.
- Setelah sujud pertama yang diiringi dengan bacaan doa sujud, sebelum bangun membaca kalimat tasbih sebanyak 10 kali.
- Duduk di antara dua sujud dengan membaca doa duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua yang diiringi dengan bacaan doa sujud, sebelum bangun untuk berdiri membaca kembali kalimat tasbih sebanyak 10 kali.
- Sebelum meneruskan rakaat kedua dan seterusnya perlu diketahui bahwa dalam satu rakaat terdapat 75 kali kalimat tasbih yang dilafalkan. Tata cara mendirikan salat tasbih rakaat kedua hingga keempat sama seperti rakaat pertama. Namun, ada sedikit perbedaan menjelang bacaan salam.
Setelah membaca tasyahud atau tahiyat akhir sebelum salam, terlebih dahulu membaca tasbih lagi sebanyak 10 kali. Selanjutnya barulah membaca salam sebagai penutup dalam salat tasbih.
BACA JUGA:
Tata Cara Membaca Tasbih dalam Salat Tasbih
Agar Anda lebih mudah membaca kalimat tasbih selama mendirikan salat tasbih, ada tata cara yang dapat menjadi panduannya. Dikutip dari buku 'Dahsyatnya Shalat Tasbih', di bawah ini adalah tata cara membaca tasbih selama salat tasbih:
- 15 kali setelah membaca Surat Al-Fatihah dan surat lain dalam Al-Quran.
- 10 kali pada waktu rukuk.
- 10 kali pada waktu itidal.
- 10 kali pada waktu sujud pertama.
- 10 kali pada waktu duduk di antara dua sujud.
- 10 kali pada waktu sujud yang kedua
- 10 kali pada waktu duduk di antara dua sujud, sebelum berdiri untuk rakaat kedua.
Demikianlah penjelasan tentang pelaksanaan salat tasbih dan tata caranya. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)