JAKARTA - Pemerintah memperkirakan nilai belanja masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 berada di kisaran Rp110 triliun hingga Rp120 triliun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan peningkatan konsumsi tersebut diharapkan dapat menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV-2025.
“Total belanja pada Desember ini diperkirakan mencapai Rp110 triliun hingga Rp120 triliun, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi,” kata Airlangga dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin, 15 Desember.
Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah stimulus belanja serta kebijakan pendukung mobilitas untuk mendorong konsumsi dalam negeri.
Dia menjelaskan, peningkatan konsumsi didorong oleh berbagai program belanja khusus Nataru, salah satunya Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang digelar pada 12–16 Desember 2025 dengan target transaksi mencapai Rp34 triliun.
Selain Harbolnas, belanja ritel di pusat perbelanjaan melalui program diskon hingga 80 persen diperkirakan menyumbang transaksi sekitar Rp30 triliun.
Sementara itu, belanja di ritel modern dan ritel kecil sepanjang periode 1–31 Desember 2025 ditargetkan menembus Rp56 triliun.
Dia menambahkan, secara keseluruhan, lonjakan konsumsi tersebut diharapkan mampu menjaga laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 tetap berada di atas 5,4 persen.
Untuk mendukung pergerakan masyarakat selama masa liburan, pemerintah juga memberikan sejumlah insentif di sektor transportasi, di antaranya potongan harga sebesar 30 persen untuk tiket kereta api non-PSO pada periode perjalanan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, serta diskon 20 persen tarif kapal Pelni yang berlaku mulai 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Selain itu, tarif tiket pesawat udara juga mendapat potongan sekitar 13–14 persen dengan periode pembelian tiket mulai 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026, dan masa penerbangan pada 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026.
SEE ALSO:
Airlangga menyampaikan pemerintah turut mendorong sektor pariwisata melalui penyelenggaraan 37 agenda wisata sepanjang Desember 2025 sebagai upaya memperkuat konsumsi domestik dan meningkatkan mobilitas masyarakat.
"Sehingga ajang ini juga akan mendorong pergerakan dari penduduk Indonesia," pungkasnya.
The English, Chinese, Japanese, Arabic, and French versions are automatically generated by the AI. So there may still be inaccuracies in translating, please always see Indonesian as our main language. (system supported by DigitalSiber.id)