JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) di level sekitar 8.600.
Menurut Airlangga, pencapaian IHSG tersebut menjadi cerminan kuatnya fundamental serta ketahanan indikator makroekonomi Indonesia hingga akhir tahun.
"Situasi indikator makro akhir tahun ini masih baik, termasuk dengan IHSG all time high dari Januari naik 20 persen, ini salah satu tertinggi dari Asia," katanya dalam Sidang Kabinet Paripurna, Senin, 15 Desember.
Ia menjelaskan, penguatan pasar saham tidak hanya ditopang oleh sentimen domestik yang positif, tetapi juga oleh kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi nasional serta konsistensi arah kebijakan pemerintah.
Airlangga juga memaparkan sejumlah indikator eksternal yang mendukung kondisi tersebut yaitu pada Oktober 2025, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar 2,39 miliar dolar AS.
Sementara itu, surplus transaksi berjalan mencapai 4 miliar dolar AS pada kuartal III-2025, dan posisi cadangan devisa hingga akhir November 2025 tercatat sebesar 150,1 miliar dolar AS.
SEE ALSO:
Meski demikian, ia mengakui sektor finansial masih mencatatkan defisit transaksi berjalan sebesar 8,1 miliar dolar AS. Namun kondisi tersebut dinilai tidak mengganggu persepsi positif terhadap fundamental perekonomian nasional.
Dari sisi likuiditas, Airlangga menegaskan kondisi perekonomian tetap solid, tercermin dari cadangan devisa yang stabil di kisaran 150 miliar dolar AS.
Selain itu, ia menyampaikan pertumbuhan kredit juga terus menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 7,36 persen, sejalan dengan berlanjutnya aktivitas ekonomi domestik.