Indika Energy Milik Konglomerat Agus Lasmono Sudwikatmono Ini Genjot Potensi Bisnis di Sektor Energi Hijau
Ilustrasi. (Foto: Dok. Antara)

Bagikan:

JAKARTA - PT Indika Energy berkomitmen mendukung program netral emisi karbon di Indonesia dengan mencanangkan portofolio bisnis yang bergerak dalam sektor energi hijau. Adapun langkah ini merupakan bagian dari strategi mencapai target 50 persen penerimaan non batu bara pada 2025 mendatang.

Presiden Direktur Indika Energy M. Arsjad Rasjid menjelaskan upaya melebarkan sayap bisnis ini merupakan bentuk komitmen perusahaan milik konglomerat Agus Lasmono Sudwikatmono ini dalam meningkatkan konsep Environmental, Social and Good Governance (ESG).

"Kami menargetkan non-coal revenue perusahaan sebesar 50 persen pada 2025 dan emisi karbon 0 persen pada 2050," katanya dalam acara media gathering, Rabu, 4 Agustus.

Lebih lanjut, kata Arsjad, pihaknya juga telah menentukan beberapa sektor usaha yang tepat guna mencapai pertumbuhan berkelanjutan. Sektor-sektor tersebut adalah logistik, infrastruktur, mineral, energi terbarukan, kendaraan listrik, dan lainnya.

Dalam kesempatan yang, Vice President Director and CEO Indika Energy Aziz Armand mengatakan pihaknya akan memaksimalkan potensi energi surya terkait penyediaan listrik bagi operasional perusahaan.

"Contohnya di Kideco Jaya Agung mulai melakukan transisi energi dengan mengkonversi kebutuhan konsumsi energi yang tadinya berbasis fosil menjadi tenaga surya," kata Aziz.

Sejak awal 2021, Kideco telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 409 kilowatt peak yang dipasang di perumahan karyawan. Pembangkit listrik ramah lingkungan itu menggunakan panel surya sebanyak 999 unit yang terpasang di dasar dan atap rumah dengan menggunakan tiga inverter.

Selanjutnya, kata Aziz, perseroan dalam waktu dekat juga telah mempersiapkan pemanfaatan listrik surya dengan kapasitas mencapai 1,5 megawatt peak untuk kawasan perkantoran dan kegiatan-kegiatan di sekitarnya.

Sekadar informasi, Indika Energy telah membentuk joint venture bersama Fourth Partner Energy asal India bernama Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS). Perusahan patungan itu fokus mengelola bisnis PLTS untuk segmen industri maupun komersial. Komitmen nilai investasi yang dikeluarkan untuk proyek PLTS tersebut mencapai 500 juta dolar AS selama lima tahun ke depan. Proyek itu akan menghasilkan listrik surya berkapasitas 500 megawatt peak.