Bagikan:

JAKARTA - Demam robot dan physical AI mulai mengangkat saham perusahaan besar Korea Selatan. Empat emiten terkait robot di bursa utama negara itu mencatat kenaikan rata-rata 155 persen sepanjang tahun ini.

Menurut laporan Yonhap dikutip Rabu, 3 Juni, data Korea Exchange hingga Selasa mencakup empat saham berkapitalisasi besar, yakni Hyundai Motor, Hyundai Mobis, Kia, dan LG Electronics. Masing-masing memiliki nilai pasar sedikitnya 50 triliun won, atau sekitar 32,8 miliar dolar AS.

Physical AI adalah kecerdasan buatan yang diterapkan pada benda fisik, seperti robot, kendaraan otonom, dan mesin pintar. Jadi, AI tidak hanya bekerja di layar, tetapi juga bergerak di dunia nyata.

Lonjakan paling mencolok terjadi pada LG Electronics. Sahamnya ditutup di 392.500 won pada Selasa, naik lebih dari empat kali lipat dari 91.400 won pada hari perdagangan pertama tahun ini.

LG selama ini dikenal lewat peralatan rumah tangga. Namun perusahaan itu mulai serius masuk ke robot humanoid. Di CES 2026, LG memperkenalkan robot baru bernama CLOiD.

Saham Hyundai Motor, Hyundai Mobis, dan Kia juga ikut naik. Masing-masing menguat 144 persen, 105 persen, dan 40 persen.

Kenaikan itu dipicu harapan pasar terhadap Atlas, robot humanoid buatan Boston Dynamics. Perusahaan robot asal Amerika Serikat itu berada di bawah Hyundai Motor Group.

Pernyataan CEO Nvidia Jensen Huang ikut menambah sentimen positif terhadap saham robot Korea. Ia menyebut robotika sebagai salah satu bidang investasi potensial di Korea Selatan menjelang kunjungannya ke negara tersebut akhir pekan ini.

Yonhap melaporkan, analis memperkirakan investor akan mencermati sejumlah agenda besar pada paruh kedua tahun ini. Salah satunya peluncuran robot humanoid generasi ketiga oleh Tesla.

Kenaikan saham ini menunjukkan investor mulai melihat robot bukan lagi sekadar pameran teknologi. Robot humanoid kini dibaca sebagai peluang bisnis baru, dari pabrik, layanan, sampai rumah tangga.