JAKARTA – Indonesia berpeluang menjadi pusat ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara seiring tingginya penetrasi internet dan dominasi populasi usia muda yang adaptif terhadap teknologi.
Berdasarkan data pemerintah, penetrasi internet nasional telah mencapai lebih dari 80 persen dengan jumlah pengguna sekitar 229 juta orang.
Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Anthony Leong menilai, ekonomi digital akan menjadi salah satu sektor strategis yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa mendatang.
Untuk itu, ia mendorong pengusaha muda agar lebih aktif mengembangkan usaha di bidang e-commerce, social commerce, artificial intelligence (AI), hingga live streaming commerce yang pertumbuhannya terus meningkat.
Anthony menyebut Indonesia saat ini menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan nilai mencapai sekitar 100 miliar dolar AS pada 2025, dan nilai tersebut diperkirakan masih akan terus bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan.
Adapun sektor e-commerce dinilai masih menjadi penyumbang terbesar ekonomi digital nasional dengan nilai transaksi sekitar 71 miliar dolar AS atau meningkat 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Ekonomi digital bukan lagi masa depan, tetapi sudah menjadi realitas ekonomi hari ini. Pengusaha muda Indonesia harus menjadi pemain utama, bukan hanya penonton di negeri sendiri,” ujar Anthony Leong dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, perubahan perilaku konsumen setelah pandemi telah mendorong transformasi besar dalam pola perdagangan global, dan masyarakat kini semakin terbiasa melakukan transaksi melalui platform digital, media sosial, hingga live streaming commerce yang memadukan hiburan, interaksi, dan transaksi secara langsung.
Menurut Anthony, tren live commerce menjadi peluang besar bagi UMKM dan brand lokal untuk memperluas pasar dengan biaya promosi yang lebih efisien.
“Sekarang handphone bisa menjadi toko, studio, sekaligus pasar global. Karena itu pengusaha muda harus adaptif terhadap perubahan pola konsumsi digital,” katanya.
Anthony menilai live streaming commerce memiliki potensi besar karena mampu menghadirkan interaksi langsung antara penjual dan konsumen sehingga meningkatkan engagement, kepercayaan, dan keputusan pembelian secara real time.
Ia menyebut tren tersebut kini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan e-commerce global.
Namun demikian, ia mengakui masih banyak pengusaha muda yang belum optimal memanfaatkan peluang ekonomi digital akibat keterbatasan literasi teknologi, branding digital, akses pasar, serta kemampuan menciptakan konten kreatif.
Karena itu, Anthony mendorong Hipmi agar lebih aktif membangun ekosistem kewirausahaan digital nasional melalui berbagai program seperti pelatihan AI, digital marketing, live commerce academy, creator economy, hingga business matching digital antarnegara.
“Hipmi harus menjadi akselerator pengusaha digital Indonesia. Kita harus membantu anggota tidak hanya kuat offline, tetapi juga kuat di platform digital global,” ujarnya.
BACA JUGA:
Anthony juga menilai penguatan ekonomi digital dapat mempercepat lahirnya pengusaha kelas menengah baru di Indonesia.
Dia menyoroti bahwa lebih dari 99 persen unit usaha nasional masih didominasi UMKM, namun sebagian besar masih menghadapi kendala dalam meningkatkan skala usaha akibat keterbatasan akses pasar dan produktivitas.