Bagikan:

JAKARTA - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) melalui produk legendaris Tolak Angin, kini berhasil menguasai 72 persen pangsa pasar (market share) herbal nasional, meninggalkan jauh para kompetitor di kategori yang sama.

Keberhasilan dalam menguasai pasar tersebut berbanding lurus dengan performa finansial perusahaan, di mana Sido Muncul secara optimistis membidik perolehan laba bersih hingga mencapai angka Rp1,2 triliun pada tahun ini.

Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, menegaskan bahwa dominasi yang bertahan selama puluhan tahun ini merupakan buah dari konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas produk dan kepercayaan konsumen yang sulit digoyahkan.

"Kalau prosesnya benar, hasil tidak akan membohongi. Saya tahu market itu seperti apa dan saya tahu apa yang saya lakukan," ujar Irwan Hidayat yang telah mendedikasikan 59 tahun hidupnya untuk mengembangkan Sido Muncul saat memberikan keterangan di kawasan Agro Sido Muncul, Jumat, 8 Mei lalu.

Irwan menjelaskan bahwa selama kondisi ekonomi makro stabil dan tidak ada sentimen negatif yang ekstrem, permintaan terhadap produk Sido Muncul akan selalu kuat karena didukung oleh riset serta uji klinis yang matang.

Saat ini, Tolak Angin tetap menjadi tulang punggung (backbone) bisnis perusahaan dengan daya serap yang sangat masif di tingkat distributor maupun pengecer di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Semarang. Tidak berhenti di pasar domestik, Sido Muncul juga terus memacu ekspansi ekspor ke negara-negara seperti China dan India guna membawa produk herbal Indonesia naik kelas di kancah internasional.

Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang, Sido Muncul tengah mempersiapkan sebuah inovasi produk baru yang dijadwalkan akan menghentak pasar pada Agustus mendatang.

Meski detail produk tersebut masih dirahasiakan, Irwan Hidayat menyatakan keyakinannya bahwa produk anyar ini akan diterima baik oleh pasar karena telah melalui perhitungan yang sangat matang.

"Kalau saya membuat sesuatu, saya harus yakin produk itu pasti laku. Kami tetap optimistis menghadapi dinamika pasar dan persaingan yang ada," pungkas Irwan.